Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) yang berada di bawah naungan Dewan Energi Mahasiswa Indonesia (DEM Indonesia), menyampaikan sikap tegas terkait persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Forum Hilir Migas yang telah terlaksana di Madura melalui kerja sama antara DEM Madura dan BPH Migas.
Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan Forum Hilir Migas di Madura terlaksana atas pengajuan DEM Madura, dengan DEM Madura sebagai pelaksana utama sekaligus pihak yang bertanggung jawab atas keseluruhan penyelenggaraan kegiatan. Oleh karena itu, seluruh aspek teknis, pembagian peran, dan susunan acara yang telah disepakati melalui hasil meeting semestinya tetap menghormati posisi serta hak masing-masing pihak.
Namun, beberapa jam menjelang pelaksanaan kegiatan, terjadi perubahan rundown yang berdampak pada penghilangan hak dan peran DEM Madura. Salah satu perubahan tersebut adalah tidak diberikannya ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura, sebagaimana yang sebelumnya telah disepakati.
Bagi DEM Madura, persoalan tersebut bukan sekadar perubahan teknis. Penghilangan ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura merupakan bentuk pengabaian terhadap posisi DEM Madura sebagai pihak yang mengajukan dan menjadi pelaksana utama kegiatan. Hal tersebut juga kami pandang sebagai bentuk tidak dihargainya proses perjuangan dan kontribusi DEM Madura sejak tahap pengajuan hingga kegiatan dapat terlaksana, serta berpotensi merendahkan marwah organisasi di hadapan para peserta dan pihak yang hadir.
Perubahan rundown yang dilakukan dalam waktu yang sangat dekat dengan pelaksanaan kegiatan juga berdampak terhadap kesiapan dan keterlibatan DEM Madura. Bagi kami, setiap perubahan terhadap kesepakatan yang telah dibangun melalui hasil meeting semestinya tidak dilakukan apabila mengakibatkan penghilangan atau pengurangan terhadap hak dan peran DEM Madura.
Atas persoalan tersebut, DEM Madura meminta BPH Migas memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban secara resmi. Kami tetap membuka ruang penyelesaian secara terbuka dan profesional, namun persoalan yang menyangkut hak dan marwah organisasi tidak dapat dibiarkan tanpa kejelasan.
TUNTUTAN DEWAN ENERGI MAHASISWA MADURA
Sehubungan dengan persoalan yang terjadi, Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) menuntut BPH Migas untuk:
1. Menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan terbuka kepada DEM Madura atas tindakan yang mengakibatkan penghilangan terhadap hak dan peran DEM Madura dalam pelaksanaan kegiatan.
2. Memberikan klarifikasi secara tertulis dan terbuka mengenai alasan penghilangan hak DEM Madura, khususnya terkait tidak diberikannya ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura sebagaimana yang telah disepakati melalui hasil meeting.
3. Memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban secara terbuka atas perubahan rundown yang dilakukan beberapa jam menjelang pelaksanaan kegiatan dan berdampak terhadap hak serta peran DEM Madura.
BATAS WAKTU 1 × 24 JAM
DEM Madura memberikan waktu 1 × 24 jam sejak pernyataan ini disampaikan kepada BPH Migas untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam batas waktu yang telah ditentukan, DEM Madura akan mengambil langkah lanjutan melalui mekanisme organisasi dan jalur komunikasi publik, termasuk penerbitan press release terbuka dan penyampaian persoalan kepada media pemberitaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Persoalan ini juga telah kami sampaikan kepada DEM Indonesia untuk dilakukan pendalaman dan pengawalan organisasi.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk ketegasan DEM Madura dalam menjaga marwah organisasi, hak, peran, serta proses perjuangan yang telah dilakukan dalam terselenggaranya Forum Hilir Migas di Madura.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
DEWAN ENERGI MAHASISWA MADURA
(DEM MADURA)
TTD.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.