JAKARTA, 6 Juli 2026 — PT Pertamina (Persero) terus membuktikan komitmennya dalam mendukung transisi energi yang inklusif di Indonesia. Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) yang disinergikan dengan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pertamina sukses menciptakan kemandirian energi sekaligus memicu roda perekonomian di tingkat perdesaan secara berkelanjutan.
Hingga akhir Maret 2026, tercatat sudah ada 262 desa di seluruh penjuru Indonesia yang merasakan manfaat langsung dari program ini. Pertamina mengoptimalkan potensi lokal untuk membangun infrastruktur energi terbarukan ramah lingkungan.
Rapor Hijau Infrastruktur Energi Terbarukan Pertamina (Data per Maret 2026):
Berikut adalah data Rapor Hijau Infrastruktur Energi Terbarukan Pertamina (Data per Maret 2026) dalam bentuk poin-poin terstruktur:
Rapor Hijau Infrastruktur Energi Terbarukan Pertamina (Data per Maret 2026):
Tenaga Surya (PLTS): Kapasitas terpasang mencapai 1.302.700 Watt-peak (Wp).
Biogas & Biometana: Produksi mencapai 959.302 M3/tahun.
Pembangkit Mikrohidro (PLTMH): Kapasitas terpasang mencapai 52.500 Watt.
Dampak Nyata: Efek Berganda bagi Pangan dan UMKM
Kehadiran energi bersih di desa-desa ini tidak sekadar menyalakan lampu, melainkan menjadi motor penggerak produktivitas warga. Sepanjang tahun 2025 saja, pemanfaatan energi alternatif ini berhasil meningkatkan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun.
Energi yang murah dan stabil ini juga memicu lahirnya kelompok-kelompok UMKM baru di perdesaan, mulai dari industri olahan makanan, pertanian modern, hingga kerajinan tangan.
"Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, dalam keterangan resminya.
Komitmen Menuju Net Zero Emission (NZE) 2060
Selain memutar roda ekonomi, DEB menjadi pilar penting Pertamina dalam mereduksi emisi karbon nasional. Berdasarkan data terbaru per Juni 2026, program ini berhasil memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 72.979 ton $CO_2e$ per tahun.
Secara akumulatif, payung besar program pemberdayaan masyarakat yang diusung Pertamina telah menjangkau 283.841 penerima manfaat, di mana 96.925 orang di antaranya merupakan penerima langsung dari dampak positif Program DEB.
Ke depan, Pertamina menegaskan akan terus memperluas jangkauan program ini. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berdampak positif bagi iklim global, tetapi juga melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menyejahterakan masyarakat arus bawah secara berkelanjutan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.