Jumat, 26 Juni 2026 Indonesia

Sinergi Ditjen EBTKE dan PGE: Luncurkan Kopi Canaya di RECHARGE – Green Brew Space

J
Josua Sondakh
26 June 2026
42
Sinergi Ditjen EBTKE dan PGE: Luncurkan Kopi Canaya di RECHARGE – Green Brew Space

JAKARTA, 26 Juni 2026 – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan bagi PGE untuk dapat berpartisipasi aktif dalam peresmian RECHARGE – Green Brew Space, sebuah ruang kolaborasi dan edukasi yang dirancang strategis bagi masa depan energi hijau di Indonesia.

Melalui kehadiran Canaya yang mengusung semangat "Brewing Sustainability, Inspiring Green Innovation," PGE menghadirkan lebih dari sekadar secangkir kopi. Canaya menjadi wujud nyata komitmen PGE dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis energi panas bumi, yang secara langsung berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Image

Inovasi ini lahir di kaki Gunung Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melalui kolaborasi program CSR PGE Area Kamojang sejak tahun 2018 dengan sosok penggerak utamanya, Moh Ramdan Reza (Deden), seorang pegiat kopi lokal. Sinergi ini melahirkan Geothermal Dry House (rumah pengeringan berbasis panas bumi) pertama di dunia dengan metode Geothermal Coffee Process (GCP).

Nama Canaya sendiri diambil dari bahasa Sunda, yaitu singkatan dari "can aya" yang berarti "belum ada", merujuk pada metodenya yang belum pernah diterapkan di belahan dunia lain. Melalui teknologi GCP, uap panas sisa (excess steam) dari fasilitas steam trap pembangkit listrik (PLTP) Kamojang dialirkan melalui sistem penukar panas (heat exchanger) ke dalam dry house. Alhasil, suhu dan kelembapan di dalamnya dapat dikontrol secara konsisten 24 jam tanpa terpengaruh cuaca ekstrem.

Teknologi ini mampu memangkas waktu pengeringan biji kopi secara masif dari yang semula memakan waktu 30 hingga 40 hari pada metode konvensional (seperti metode natural), menjadi hanya 7 sampai 10 hari saja dengan kapasitas proses mencapai 6 hingga 8 ton ceri kopi sekaligus. Karena pengeringannya stabil dan bebas dari fluktuasi cuaca, profil rasa (flavor profile) Kopi Canaya menjadi sangat bersih (clean), seragam, dan minim cacat rasa (defect), sehingga mengunci kesempurnaan cita rasa manis buah dan asam yang seimbang khas kopi arabika Kamojang.

Image

Hingga hari ini, program hasil pemanfaatan langsung (direct use) panas bumi ini telah memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh lebih dari 300 petani kopi di wilayah Kamojang, Jawa Barat. Efisiensi waktu pengeringan berhasil memotong biaya operasional, di mana efisiensi biaya tersebut dialokasikan kembali untuk membeli ceri kopi dari petani lokal dengan harga lebih tinggi (dari harga pasar Rp16.000 menjadi Rp17.000 - Rp18.000 per kg). Program ini juga aktif melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari dan komunitas hulu-hilir, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular mandiri yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasi perusahaan sekaligus mendukung dekarbonisasi dengan memangkas ketergantungan pada alat pengering berbasis bahan bakar fosil.

Tidak hanya sukses di tingkat domestik, Kopi Canaya juga telah berhasil menembus pasar ekspor ke Jerman dan Jepang sebagai salah satu komoditas lokal kebanggaan yang sukses melangkah go international. Berkat keunikan inovasi berbasis energi terbarukan ini, PGE Area Kamojang berhasil menyabet penghargaan bergengsi ASEAN Renewable Energy Project Awards 2024 serta menjadi daya tarik utama saat kunjungan delegasi energi internasional, termasuk dari Kenya dan Jerman. Keberhasilan Canaya mencerminkan semangat inovasi PGE dalam mengembangkan rantai nilai (value chain) geothermal, membuktikan bahwa panas bumi tidak hanya berujung pada generator listrik makro, tetapi bisa menyentuh sektor agrikultur dan gaya hidup secara langsung melalui secangkir kopi berkelanjutan.

Manajemen PGE berharap kehadiran Kopi Canaya di RECHARGE – Green Brew Space dapat menjadi teman berharga bagi para pengunjung untuk mengisi kembali energi dan pikiran (recharge our minds), merangsang lahirnya ide-ide inovatif, memperkuat jalinan kolaborasi, serta bersama-sama mempercepat terwujudnya ketahanan energi dan transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Josua Sondakh dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!