Indonesia mencatat sejarah baru dalam sektor energi dengan resmi beroperasinya RDMP (Refinery Development Master Plan) Kilang Balikpapan, kilang terbesar di Tanah Air. Peresmian dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 18 Januari 2026, menandai tonggak penting dalam modernisasi industri migas dan ketahanan energi nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.
Proyek RDMP Balikpapan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar (setara lebih dari Rp 123 triliun). Modernisasi ini meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus menghasilkan BBM standar Euro V, yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas tinggi.
Selain kapasitas, RDMP Balikpapan dilengkapi dengan infrastruktur terintegrasi untuk mendukung distribusi energi nasional, termasuk Single-Point Mooring (SPM) 320.000 DWT, tangki penyimpanan minyak mentah 1 juta barel, pipa gas Senipah-Balikpapan sepanjang 78 km, dan Terminal Bahan Bakar Tanjung Batu. Infrastruktur ini memastikan pasokan BBM ke wilayah Indonesia Timur lebih efisien dan andal.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kilang ini dalam mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat kemandirian energi nasional. “Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Indonesia semakin siap memenuhi kebutuhan energi sendiri, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menambahkan bahwa RDMP menjadi simbol modernisasi kilang Indonesia, menekankan peran unit utama RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) sebagai “jantung” pengolahan kilang. RFCC meningkatkan efisiensi produksi produk bernilai tambah seperti gasoline, gasoil, LPG, dan avtur, serta mendukung target net zero emissions melalui penggunaan teknologi lebih bersih.
Modernisasi RDMP juga berdampak signifikan bagi ekonomi lokal, menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan melibatkan industri dalam negeri dalam rantai pasok proyek. Pengoperasian kilang diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 60 triliun per tahun dari berkurangnya kebutuhan impor BBM.
Dengan RDMP Balikpapan yang resmi beroperasi, Indonesia kini memiliki fondasi energi yang lebih kuat, mendukung kemandirian energi, meningkatkan pasokan BBM nasional, dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin energi di kawasan Asia Tenggara.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.