SEMARANG — Komunitas pemuda Insan Karya sukses menyelenggarakan "Aksi Sosial Relawan Insan Karya #1" di Sekolah Rakyat Terintegrasi 45, Kota Semarang, pada Sabtu (16/5/2026). Mengusung tema "Bergerak Bersama, Berbagi Bahagia: Ruang Bermain dan Belajar Edukatif", kegiatan ini disambut dengan antusiasme dan tawa ceria dari puluhan anak prasejahtera yang tinggal di asrama tersebut .
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan gratis berbasis asrama yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program strategis ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem demi memutus rantai kemiskinan melalui penguatan akademik, karakter, dan keterampilan.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap I mencakup tiga gelombang. Kota Semarang sendiri termasuk dalam Tahap IC. Berlokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang, sekolah ini menanggung penuh biaya pendidikan jenjang SD dan SMA, akomodasi asrama, hingga kebutuhan dasar harian siswa.

Dalam kunjungannya, relawan Insan Karya merancang kegiatan yang memadukan penyegaran fisik dan edukasi mental. Sesi pertama diisi dengan sosialisasi bergaya storytelling. Anak-anak diedukasi mengenai pentingnya membatasi waktu bermain media sosial, bahaya merokok, serta motivasi untuk membangun budaya membaca.
Kemeriahan memuncak saat anak-anak diajak terjun ke sesi permainan kelompok. Melalui permainan lompat suit dan estafet bola, para relawan melatih ketangkasan serta kerja sama tim anak-anak asrama.

Project Officer kegiatan, Dheni Anugerah Prasetya, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kepedulian pemuda terhadap ketersediaan ruang edukasi yang menyenangkan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa belajar itu bisa dilakukan dengan cara yang sangat menyenangkan. Melihat antusiasme dan tawa lepas adik-adik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 hari ini menjadi energi tersendiri bagi kami para relawan untuk terus menebar manfaat," ujar Dheni.
CEO InsanKarya.id, Dede Indraswara, S.H., M.H., menambahkan bahwa program kerelawanan ini sangat selaras dengan visi komunitas sekaligus tujuan mulia didirikannya Sekolah Rakyat.
"Sekolah Rakyat adalah inisiatif yang luar biasa untuk memutus rantai kemiskinan. Kehadiran relawan kami di sini bukan sekadar untuk bermain, melainkan sebagai bentuk dukungan moral agar adik-adik merasa diperhatikan dan memiliki mental yang tangguh," jelas Dede.
Respons positif turut disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang, Ridho Irwanto. Ia menilai interaksi dengan dunia luar sangat esensial bagi psikologis anak-anak yang menetap di asrama.

"Anak-anak yang tinggal di asrama tentu membutuhkan variasi kegiatan agar mereka tidak jenuh. Kehadiran kakak-kakak relawan dengan edukasi interaktifnya ini sangat membantu memperkuat karakter sosial anak-anak, sekaligus memberi mereka semangat baru untuk berjuang menggapai cita-cita," kata Ridho.
Melalui langkah kecil ini, Insan Karya berharap dapat terus memperluas jangkauan kebermanfaatannya dan menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk turun tangan mendukung pendidikan anak-anak Indonesia.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.