Minggu, 08 November 2026

PEP Sangasanga Perkenalkan Industri Hulu Migas kepada Mahasiswa, Dorong Kesiapan Generasi Muda

Foto: PT Pertamina EP
Foto: PT Pertamina EP

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Samarinda – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mendorong peningkatan pemahaman generasi muda terhadap industri hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui kegiatan Upstream Youth Champs (UYC) 2026 di Politeknik Negeri Samarinda. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenali peluang karier, memahami tantangan industri energi, serta menggali potensi diri dalam menghadapi dunia kerja.

Mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi”, kegiatan tersebut menghadirkan perspektif mengenai proses bisnis hulu migas sekaligus kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.

Supervisor North Mahakam Production PEP Sangasanga Field, Alfian Dinata, menjelaskan proses bisnis hulu migas serta peran PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina dalam mengelola kegiatan eksplorasi, pengembangan, hingga produksi minyak dan gas bumi.

Menurut Alfian, pemahaman masyarakat mengenai industri migas masih perlu diperkuat. Hal ini karena belum semua kalangan memahami perbedaan fungsi dan tanggung jawab perusahaan dalam rantai bisnis energi, mulai dari sektor hulu, tengah, hingga hilir.

Ia menekankan bahwa industri hulu migas membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pencapaian target perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Mahasiswa harus memahami pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mencapai target perusahaan dan menjaga keberlanjutan pasokan energi,” ujar Alfian dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Selain pengenalan industri, kegiatan UYC 2026 juga membahas kesiapan generasi muda dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

HR Practitioner sekaligus Content Creator, Vina Muliana, menyoroti pentingnya keseimbangan antara kompetensi teknis (hard skills) dan kemampuan pendukung (soft skills). Menurutnya, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, kerja sama tim, serta adaptasi menjadi faktor penting bagi generasi muda untuk bersaing di dunia profesional.

Perspektif tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa peluang berkarier di industri energi tidak hanya ditentukan oleh penguasaan bidang keilmuan, tetapi juga kemampuan berkolaborasi dan merespons perubahan lingkungan kerja.

Ketua Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda, Ibnu Eka Rahayu, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai UYC 2026 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus memperoleh pemahaman lebih luas mengenai peluang berkarier di industri hulu migas.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan menerapkan ilmu yang dimiliki menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat maupun negara.

Melalui Upstream Youth Champs 2026, PEP Sangasanga Field memperkuat upaya pengembangan kapasitas generasi muda sekaligus memperluas pengenalan industri hulu migas di lingkungan pendidikan tinggi.

Kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi diharapkan dapat mempersempit kesenjangan pemahaman mengenai kebutuhan dunia kerja serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!