SINERGYNEWS.ID, Jakarta – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 melalui PT Pertamina EP mencatatkan hasil positif dari pengeboran sumur pengembangan LBK-032 di Struktur Lembak Kemang Tapus, Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil uji produksi pada 7 November 2026, sumur tersebut menghasilkan produksi sementara sebesar 1.079,4 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD), atau mencapai 539 persen dari target awal sebesar 200 BOPD.
Selain menghasilkan minyak, sumur LBK-032 juga mencatatkan tambahan produksi gas sebesar 0,432 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD). Capaian ini menjadi tambahan positif bagi upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional melalui optimalisasi kegiatan pengeboran sumur pengembangan.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi kabar baik bagi industri hulu migas nasional, khususnya dalam menjaga momentum peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
"Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Zona 4) berhasil melakukan uji produksi sumur LBK-032 dengan hasil sementara mencapai 1.079,4 BOPD atau 539 persen dari target awal, serta tambahan produksi gas sebesar 0,432 MMSCFD," ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sabtu (7/11/2026) malam.
Sumur LBK-032 merupakan pengembangan dari lokasi usulan pengeboran LKT-23 yang mulai ditajak pada 30 September 2026. Proses pengeboran menggunakan Rig PDSI #29.3/D1500-E dengan metode directional drilling tipe J hingga mencapai kedalaman akhir 2.215 meter measured depth (mMD) atau 2.055,14 meter true vertical depth (mTVD).
Pelaksanaan pengeboran hingga tahap uji produksi membutuhkan waktu 38 hari. Durasi tersebut lebih cepat dibandingkan program awal yang direncanakan berlangsung selama 39,6 hari.
Hasil produksi sumur LBK-032 berasal dari lapisan TAF Layer H3 pada interval kedalaman 2.099–2.102 mMD. Produksi dilakukan dengan menggunakan metode artificial lift atau pengangkatan buatan untuk membantu mengalirkan minyak dari reservoir ke permukaan.
Selain capaian produksi dan efisiensi waktu pengeboran, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Hingga 7 November 2026, kegiatan pengeboran sumur LBK-032 telah mencatatkan 53.604 jam kerja aman (safe man hours).
Djoko berharap sumur tersebut dapat segera memasuki tahap produksi sehingga memberikan kontribusi tambahan terhadap pencapaian target produksi migas nasional.
"Kami berharap sumur ini dapat segera diproduksikan dan memberikan kontribusi tambahan bagi peningkatan produksi migas nasional," katanya.
Struktur Lembak Kemang Tapus terletak sekitar 20 kilometer di sebelah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Keberhasilan pengeboran LBK-032 menjadi salah satu capaian operasional PHR Zona 4 dalam mengoptimalkan potensi sumber daya hidrokarbon di wilayah kerjanya.
Capaian produksi yang melampaui target tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Optimalisasi potensi lapangan eksisting diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi nasional.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.