SINERGYNEWS.ID, Bandarlampung – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penguatan keandalan pasokan, kesiapan infrastruktur, serta kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, mengatakan ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber energi. Kesiapan infrastruktur, keandalan rantai pasok, dan distribusi hingga ke konsumen juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan energi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) bertajuk Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Isu Strategis serta Cadangan Energi Nasional di Aula A21 Dekanat Fakultas Teknik Universitas Lampung.
Alexander menjelaskan, sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional, Pertamina Patra Niaga memiliki tanggung jawab memastikan penyaluran energi berjalan secara andal dan berkelanjutan.
"Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan pasokan dan distribusi energi melalui pengelolaan rantai pasok serta kesiapan infrastruktur yang optimal. Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi," ujar Alexander.
Ia menambahkan, penguatan ketahanan energi membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan energi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
DEN Tekankan Pentingnya Implementasi Kebijakan Energi Nasional
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Surono, menyampaikan bahwa Kebijakan Energi Nasional menjadi pedoman dalam mengarahkan pengelolaan energi sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Menurutnya, implementasi kebijakan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan badan usaha, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diperlukan agar arah kebijakan dapat diwujudkan melalui langkah konkret.
"Kebijakan Energi Nasional membutuhkan dukungan dan pemahaman bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Peran badan usaha, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi penting untuk memastikan arah kebijakan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional," kata Surono.
Perguruan Tinggi Didorong Berkontribusi melalui Riset dan Inovasi
Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam mendukung pengembangan sektor energi.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang dapat menjawab tantangan pengembangan energi di masa depan.
"Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri, hasil pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan energi serta mendukung ketahanan energi nasional," tutur Lusmeilia.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan kalangan akademisi untuk mendukung implementasi Kebijakan Energi Nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan pasokan dan distribusi energi bagi masyarakat maupun sektor produktif.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.