Minggu, 08 November 2026

PLN Perkuat SPKLU Jalur Trans Jawa, Tambah Ultrafast Charging untuk Percepat Pengisian

Foto: PT PLN (Persero)
Foto: PT PLN (Persero)

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Bandung – PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di jalur utama Trans Jawa dengan mengoptimalkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), termasuk penambahan kapasitas ultrafast charging.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pengguna kendaraan listrik, terutama selama periode libur panjang, Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta Idulfitri.

Melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ciledug, PLN mengoptimalkan fasilitas SPKLU di sejumlah rest area strategis. Salah satunya berada di Rest Area KM 228 Tol Pejagan–Kanci yang menjadi jalur penting perjalanan kendaraan antarkota.

Manajer PLN ULP Ciledug Ryan Syah mengatakan, SPKLU di lokasi tersebut telah dilengkapi sembilan mesin pengisian dengan total 16 nozzle. Dari jumlah tersebut, enam unit merupakan ultrafast charging untuk mempercepat proses pengisian daya dan mengurangi waktu antrean pengguna.

"Di sini (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Rest Area KM 228 Tol Pejagan-Kanci), kami menyediakan 9 mesin charging dengan 16 nozzle di mana 6 di antaranya merupakan ultrafast charging. Kami mengutamakan banyaknya ultrafast charging karena mengejar faktor kecepatan," ujar Ryan.

Fasilitas pengisian daya yang tersedia memiliki kapasitas ultrafast charging mulai dari 120 kW, 180 kW hingga 200 kW. Sementara itu, fast charging tersedia dengan kapasitas 50 kW dan medium charging sebesar 22 kW.

Selain fasilitas pengisian, PLN juga menyediakan PLN Lounge dan petugas yang bersiaga selama 24 jam untuk membantu pelanggan menghadapi kendala teknis.

Gambar Artikel

Kebutuhan Pengisian Daya Meningkat hingga 60%

Penguatan infrastruktur SPKLU dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik pada periode liburan.

Berdasarkan evaluasi PLN terhadap periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya, konsumsi listrik di SPKLU mengalami peningkatan sekitar 50–60%. Kondisi tersebut membuat kapasitas pengisian di sejumlah titik strategis masih berpotensi mengalami antrean, terutama pada jam sibuk.

Ryan menyebutkan, meskipun SPKLU KM 228 telah memiliki 16 nozzle, kapasitas tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan pengguna pada masa puncak liburan.

PLN juga membuka peluang menambah jumlah mesin maupun meningkatkan kapasitas pengisian yang telah tersedia. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengganti sejumlah mesin fast charging lama dengan unit ultrafast charging.

Upaya tersebut ditujukan untuk mengimbangi pertumbuhan populasi kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.

PLN Mobile Hadirkan Trip Planner dan SPKLU Mobile

Selain memperkuat infrastruktur fisik, PLN juga mengembangkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile.

Salah satu fitur yang disediakan adalah Trip Planner, yang memungkinkan pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan berdasarkan lokasi tujuan dan ketersediaan titik SPKLU di sepanjang rute.

Fitur ini diharapkan membantu pengguna menentukan lokasi pengisian daya sebelum melakukan perjalanan, sehingga perjalanan antarkota dapat berlangsung lebih terencana.

PLN juga menyiapkan layanan darurat SPKLU Mobile untuk membantu pengguna yang mengalami kehabisan daya sebelum mencapai stasiun pengisian terdekat.

Khusus wilayah Jawa Barat, PLN telah menyiagakan lima unit SPKLU bergerak yang beroperasi di sepanjang jalur tol utama, mulai dari Cikampek hingga Palimanan.

Layanan tersebut dilengkapi petugas dan perangkat pengisian daya yang dapat dikerahkan ketika pengguna mengalami kondisi darurat di perjalanan.

Infrastruktur Pengisian Cepat Tingkatkan Kepercayaan Pengguna EV

Pengembangan SPKLU dengan teknologi pengisian cepat turut meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.

Adit, salah seorang pengguna kendaraan listrik yang telah beralih dari mobil konvensional sejak sekitar 1,5 tahun lalu, menilai infrastruktur pengisian daya saat ini mengalami perkembangan signifikan dibandingkan ketika pertama kali menggunakan EV.

Menurutnya, ketersediaan SPKLU di rest area, kawasan perkotaan, dan kantor PLN semakin memudahkan pengguna dalam melakukan perjalanan antarkota.

Ia juga menilai penggunaan mesin pengisian berkapasitas tinggi, seperti 180 kW hingga 200 kW, mampu memangkas waktu tunggu secara signifikan.

Adit mencontohkan, pengisian daya kendaraan dari kapasitas baterai 50% hingga 100% dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 11–15 menit, bergantung pada kemampuan kendaraan dan kondisi pengisian.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat ruang perbaikan, terutama dalam sistem pembayaran SPKLU. Menurutnya, pilihan metode pembayaran perlu diperluas agar tidak hanya terbatas pada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Perluasan metode pembayaran dinilai dapat meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik.

Penguatan SPKLU, pengembangan teknologi ultrafast charging, serta integrasi layanan digital menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur yang memadai di jalur utama diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!