Minggu, 08 November 2026

Telin Raih Dua Penghargaan di Asia, Perkuat Posisi dalam Industri Konektivitas Global

Foto: Telekomunikasi Indonesia International
Foto: Telekomunikasi Indonesia International

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), meraih dua penghargaan dalam ajang Telecom Review Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut meliputi Best Wholesale Company in Asia dan Best Subsea Cable Innovation Solution in Asia yang diselenggarakan dalam rangkaian 20th Telecom Review Leaders’ Summit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Penghargaan tersebut diterima oleh Global Head Regional II Telin, I Ketut Alit Atmaja, di The Ritz-Carlton, Jumeirah Beach Residence, Dubai. Pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas pengembangan bisnis konektivitas wholesale serta inovasi infrastruktur kabel bawah laut yang dilakukan Telin.

Keberhasilan tersebut sekaligus menandai pencapaian pertama Telin dalam ajang Telecom Review Excellence Awards. Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas lintas negara, perusahaan terus memperluas jaringan, memperkuat kemitraan strategis, dan mengembangkan layanan untuk memenuhi kebutuhan industri digital global.

CEO Telin, Abdul Rahman Ansyori, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas transformasi perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai penyedia konektivitas global.

Menurutnya, perkembangan kebutuhan konektivitas menuntut perusahaan untuk tidak hanya menyediakan kapasitas jaringan, tetapi juga membangun infrastruktur yang lebih terintegrasi melalui diversifikasi rute kabel bawah laut dan inovasi layanan wholesale.

“Telin terus bertransformasi melampaui penyediaan kapasitas jaringan konvensional melalui pengembangan infrastruktur, diversifikasi rute kabel bawah laut, serta inovasi layanan wholesale,” ujarnya.

Hingga kuartal III 2026, infrastruktur global Telin mencakup lebih dari 429.167 kilometer jaringan kabel bawah laut dan 211 Points of Presence (PoP) yang tersebar di 38 negara. Infrastruktur tersebut menghubungkan pelanggan dengan berbagai pusat digital utama di Asia, Eropa, Timur Tengah, Australia, hingga Amerika Utara.

Dari sisi layanan, Telin mengembangkan portofolio konektivitas internasional, IP Transit, International Private Leased Circuit (IPLC), International Ethernet Private Line (IEPL), konektivitas cloud, private connectivity, serta akses Internet Exchange.

Layanan tersebut menyasar berbagai segmen pelanggan, mulai dari operator telekomunikasi, perusahaan, hingga penyedia layanan digital yang membutuhkan konektivitas lintas negara.

Sementara itu, penghargaan Best Subsea Cable Innovation Solution in Asia diberikan atas inovasi Telin dalam mengembangkan jaringan kabel bawah laut yang lebih tangguh dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah Indonesia Cable Express (ICE). Program ini didukung delapan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bersama 14 mitra strategis untuk mengembangkan rute konektivitas baru dan mendiversifikasi titik pendaratan kabel bawah laut.

Pengembangan tersebut diperkuat melalui sejumlah sistem kabel bawah laut, termasuk BIFROST, TOPAZ, SJC2, dan SEA-ME-WE 6. Telin juga mengembangkan titik pendaratan baru serta menerapkan pemeliharaan prediktif berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketahanan dan diversifikasi jaringan, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan konektivitas dari penyedia layanan cloud, perusahaan hyperscaler, operator telekomunikasi, dan pelaku bisnis digital.

Selain menerima penghargaan, Telin turut berpartisipasi dalam diskusi industri pada 20th Telecom Review Leaders’ Summit yang mengangkat tema “Tech Intelligence Beyond Mobility”.

Dalam sesi “Capitalizing on New Wholesale Connectivity Markets”, I Ketut Alit Atmaja membahas perkembangan pasar konektivitas wholesale dan peluang bisnis yang muncul seiring perubahan model industri telekomunikasi.

Diskusi tersebut menyoroti pergeseran bisnis dari penyediaan kapasitas jaringan konvensional menuju konektivitas berbasis Application Programming Interface (API), otomatisasi, dan orkestras

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!