Rabu, 04 November 2026

Munas IX PERMIKOMNAS RI Resmi Dibuka di Manado, Teknologi dan Nilai Kemanusiaan Jadi Pesan Utama

Munas IX PERMIKOMNAS RI
Munas IX PERMIKOMNAS RI

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Manado – Musyawarah Nasional (Munas) IX Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI) resmi dibuka di Universitas Negeri Manado (UNIMA), Sulawesi Utara, Senin (2/11/2026). Pembukaan Munas kali ini membawa pesan penting bagi mahasiswa informatika dan komputer agar mampu mengembangkan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Akmal Budi Yulianto, pendiri PERMIKOMNAS RI, yang dibacakan oleh Mokhamad Cucu Zakaria, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan.

Dalam sambutannya, Akmal menyampaikan kebanggaannya atas keberlanjutan PERMIKOMNAS RI yang telah mencapai penyelenggaraan Munas kesembilan. Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi organisasi untuk memperkuat karakter, integritas, dan kapasitas kader.

Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk calon pemimpin masa depan. Pengalaman berorganisasi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan gagasan, mengelola perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik, serta menjalankan tanggung jawab.

“Organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang hanya mampu melahirkan pengurus baru, tetapi organisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru,” tegas Akmal dalam sambutannya.

Teknologi Harus Berorientasi pada Kebutuhan Masyarakat

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analitik data, komputasi awan, dan keamanan siber, mahasiswa informatika dan komputer dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

Namun, penguasaan teknologi perlu disertai pemahaman terhadap persoalan masyarakat. Inovasi digital tidak semestinya hanya berorientasi pada kecanggihan sistem atau banyaknya aplikasi yang dikembangkan, tetapi juga pada manfaat yang dihasilkan bagi kehidupan publik.

Pesan tersebut diperkuat melalui contoh transformasi digital dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Pengalaman tersebut menggambarkan bahwa teknologi perlu menjadi sarana untuk mempermudah akses layanan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin bijaksana. Keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari berapa banyak aplikasi yang kita bangun, tetapi dari berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” imbuhnya.

Munas Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Kolaborasi

Akmal juga menitipkan lima pesan kepada seluruh kader PERMIKOMNAS RI. Pertama, membangun integritas sebelum mengejar prestasi. Kedua, menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. Ketiga, memperkuat kolaborasi dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Keempat, menjadikan organisasi sebagai ruang berkarya melalui program konkret yang memberikan dampak bagi masyarakat. Kelima, mempersiapkan diri menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Ia turut mendorong agar kader PERMIKOMNAS mengembangkan program berkelanjutan, seperti kolaborasi riset antarkampus, pelatihan keterampilan digital, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta edukasi keamanan siber.

Berbagai agenda tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi mahasiswa informatika dan komputer, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Jaga Persatuan dalam Dinamika Demokrasi Organisasi

Munas IX PERMIKOMNAS RI juga menjadi momentum demokrasi organisasi dalam menentukan arah dan kepemimpinan selanjutnya. Akmal mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dan pendapat merupakan bagian dari proses organisasi yang perlu dikelola secara dewasa.

Ia berharap seluruh peserta tetap menjaga persatuan dan tidak membiarkan dinamika pemilihan kepemimpinan mengesampingkan tujuan bersama.

“Dalam organisasi, kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan pernah kehilangan tujuan,” pesannya.

Menutup sambutannya, Akmal mengingatkan para mahasiswa agar menjadikan masa perkuliahan dan pengalaman berorganisasi sebagai bagian dari proses membangun diri sekaligus mempersiapkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses. Bercita-citalah menjadi orang yang kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang,” pesannya.

Melalui pembukaan Munas IX di Manado, PERMIKOMNAS RI diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi dan melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada kebermanfaatan. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!