Rabu, 04 November 2026

Proyek UCC Tangguh Senilai US$6 Miliar Capai 54%, bp Mulai Pengeboran Sumur Ubadari

Foto: Dok. Istimewa
Foto: Dok. Istimewa

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Proyek Ubadari, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), and Compression (UCC) di Lapangan Tangguh, Papua Barat, mencatatkan progres pembangunan sebesar 54% pada awal November 2026. Proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar US$6 miliar tersebut kini memasuki tahap pengeboran sumur pengembangan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pengeboran sumur pengembangan pertama, UBA-01, resmi dimulai pada Minggu (1/11/2026) pukul 06.15 waktu setempat.

“Alhamdulillah, Proyek PSN UCC Tangguh senilai kurang lebih US$6 miliar telah mencapai 54%. Kegiatan pengeboran resmi dimulai dengan tajak (spud) sumur pengembangan UBA-01,” ujar Djoko.

Pengeboran UBA-01 menjadi tahap awal kampanye pengeboran dalam pengembangan Lapangan Ubadari. Kegiatan ini dilaksanakan oleh bp selaku operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Tangguh di bawah pengawasan SKK Migas.

Pada tahap awal operasi, tim pengeboran berhasil melakukan penandaan dasar laut (seabed tagging) pada kedalaman sekitar 201 kaki berdasarkan measured depth (ftMD), dengan beban 5 klbs.

Tiga Komponen Utama Proyek UCC Tangguh

Proyek UCC merupakan pengembangan terintegrasi yang mencakup tiga komponen utama, yakni pengembangan Lapangan Gas Ubadari (Ubadari Field Development), pembangunan fasilitas penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (Carbon Capture, Utilization and Storage/CCUS), serta pembangunan fasilitas kompresi gas di darat (Onshore Compression).

Ketiga komponen tersebut dirancang untuk mengoptimalkan produksi dan perolehan gas dari Lapangan Tangguh sekaligus menekan intensitas emisi karbon dari kegiatan operasional.

Pengembangan Lapangan Ubadari mencakup pengeboran lima sumur pengembangan yang berasal dari dua platform lepas pantai, yaitu UBA dan UBB. Setiap sumur diperkirakan memiliki laju produksi awal sekitar 117–194 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Tiga Sumur Platform UBA Ditargetkan Hasilkan 632 Bcf Gas

Sumur UBA-01 menjadi bagian dari program pengeboran tiga sumur secara berurutan (batch drilling) di platform UBA. Setelah pengeboran sumur pertama dimulai, dua sumur berikutnya, UBA-02 dan UBA-03, masing-masing dijadwalkan mulai dikerjakan pada 7 dan 10 November 2026.

Ketiga sumur di platform UBA tersebut ditargetkan menghasilkan akumulasi produksi gas sebesar 632 miliar kaki kubik (Bcf).

Setelah kampanye pengeboran di platform UBA selesai, pengembangan akan dilanjutkan dengan pengeboran dua sumur di platform UBB pada 2027. Selanjutnya, pengeboran sumur injeksi karbon dioksida (CO₂) di platform EGR dijadwalkan berlangsung pada 2028 sebagai bagian dari implementasi fasilitas CCUS.

SKK Migas Awasi Keselamatan dan Jadwal Proyek

Djoko menegaskan SKK Migas akan terus melakukan pengawasan, koordinasi, dan evaluasi bersama KKKS Tangguh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan proyek.

Pengawasan tersebut ditujukan untuk memastikan kegiatan pengeboran mengutamakan keselamatan kerja, keandalan operasi, dan efisiensi biaya. SKK Migas juga memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan jadwal yang telah ditetapkan.

Proyek UCC menjadi salah satu pengembangan strategis di Lapangan Tangguh untuk meningkatkan potensi produksi gas nasional. Selain mendukung penguatan pasokan gas, proyek ini juga mengintegrasikan teknologi pengurangan emisi karbon melalui pengembangan fasilitas CCUS.

Dengan progres yang telah mencapai 54% dan dimulainya pengeboran sumur UBA-01, proyek UCC memasuki tahapan penting dalam pengembangan sumber daya gas di Papua Barat.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!