Sabtu, 31 Oktober 2026

Harta Karun Hijau Nyiur Melambai: Geonusa Institute Dukung PGE Bangun Green Data Center Berbasis Panas Bumi di Sulut

Foto: Dok. PLTP Lahendong
Foto: Dok. PLTP Lahendong

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Manado 31 Oktober 2026 - Geonusa Institute secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan pusat data ramah lingkungan (Green Data Center) berbasis energi bersih di Sulawesi Utara. Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis dalam mengoptimalkan potensi energi panas bumi (geothermal) untuk mendukung sektor digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang tengah berkembang pesat.

Direktur Eksekutif Geonusa Institute, Erwin Damanik, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) atas respons cepat mereka dalam menangkap peluang masa depan ini. Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan berskala besar untuk infrastruktur digital adalah momentum krusial bagi kemajuan Indonesia.

Gambar Artikel

"Di tengah melonjaknya kebutuhan teknologi AI global dan urgensi percepatan pemerataan akses internet di Indonesia Timur, langkah ini menjadi sangat strategis. Sulawesi Utara bukan lagi sekadar wilayah tepian, melainkan pintu gerbang utama pembangunan keadilan akses digital di kawasan timur Indonesia," ujar Erwin Damanik dalam keterangan resminya.

Geonusa Institute mencatat bahwa Bumi Nyiur Melambai menyimpan kekayaan geologis yang sangat luar biasa dengan total potensi energi panas bumi mencapai 865 megawatt (MW). Kekayaan alam yang melimpah ini merupakan anugerah besar bagi Sulawesi Utara untuk memimpin era baru industri berkelanjutan melalui penyediaan Green Data Center bertenaga panas bumi. Tidak seperti pusat data konvensional yang membebani bumi dengan emisi karbon tinggi dari energi fosil, Green Data Center bertenaga Panas Bumi ini adalah energi hijau yang stabil, ramah lingkungan, dan andal secara terus-menerus selama 24 jam tanpa intermitensi.

Dari potensi raksasa tersebut, PGE melalui Area Lahendong telah berhasil mengoperasikan enam Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 120 MW—yang secara andal memasok sekitar 24 hingga 26 persen kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Gambar Artikel

Keunggulan pasokan listrik bersih yang stabil (baseload) dari perut bumi Sulut ini, ditambah dengan adanya modal infrastruktur digital berupa jaringan kabel bawah laut (subsea cable) yang terhubung langsung dari Sulawesi Utara ke pasar global seperti Guam dan Amerika Serikat, menjadikan daerah ini sebagai lokasi paling ideal untuk ekosistem digital rendah karbon.

Untuk menangkap peluang emas ini dan mengejar target kapasitas data center nasional yang diproyeksikan melonjak tajam, PGE menaruh komitmen besar. Dalam rencana ekspansi jangka panjangnya, PGE secara bertahap terus mengucurkan investasi strategis guna menaikkan kapasitas pembangkitnya menuju target korporasi sebesar 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028 dan 1,8 GW pada tahun 2034. Nilai investasi ini dialokasikan untuk mengakselerasi pengembangan PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (2x20 MW), hingga optimalisasi pemanfaatan panas bumi melalui Teknologi Binary Unit demi memastikan kestabilan daya bagi operasional industri teknologi AI dan Digital.

Erwin menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pembangunan Pembangkit Listrik, melainkan sebuah tonggak sejarah baru dalam aspek keadilan sosial.

Gambar Artikel

"Ini menjadi sejarah baru yang memastikan bahwa kue pembangunan benar-benar hadir dan dirasakan langsung demi kepentingan masyarakat luas. Dengan adanya Green Data Center bertenaga Panas Bumi di Sulut, kita sedang memotong ketimpangan akses digital bagi masyarakat tetapi ini membuktikan bahwa Indonesia Timur siap memimpin era digitalisasi hijau," pungkasnya.

Melalui momentum ini, Geonusa Institute berharap kolaborasi antara sektor energi terbarukan dan industri teknologi digital dapat terus diperluas, guna mempercepat target transisi energi nasional sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia di kancah internasional.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!