SINERGYNEWS.ID, Magelang – PT PLN (Persero) melalui Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) mendampingi petani di Desa Sumberejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam mengelola limbah sayuran dan meningkatkan produktivitas pertanian. Program tersebut dijalankan melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Desa Berdaya.
General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriaji, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Pendampingan dilakukan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rezki dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.
Menurut Aan, program tersebut menyasar sejumlah persoalan yang dihadapi petani, mulai dari pengelolaan sisa sayuran hasil panen hingga penanganan dan distribusi produk setelah panen.
“Bantuan pengolahan limbah sayuran serta pengolahan pascapanen ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menciptakan pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Fasilitas dan Pelatihan untuk Petani
Dalam pelaksanaannya, PLN Pusmanpro menyalurkan sejumlah fasilitas, antara lain sarana drop box sampah, pembangunan greenhouse, serta mobil logistik untuk mendukung distribusi hasil pertanian.
Selain bantuan fisik, petani juga mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah dan teknik pascapanen. Dukungan tersebut kemudian mendorong lahirnya merek produk hortikultura lokal bernama Sayur Segar Merbabu.
Aan menjelaskan, fasilitas greenhouse dan pengetahuan mengenai pengolahan pascapanen membantu petani meningkatkan kualitas produk, termasuk melalui pengemasan yang lebih baik dan standar mutu yang terjaga.
Kehadiran mobil logistik juga dinilai memperluas jangkauan pemasaran produk. Saat ini, Sayur Segar Merbabu telah memasok komoditas sayuran untuk sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah sekitar.
Pendapatan Petani Meningkat 36,3 Persen
PLN Pusmanpro mencatat pendapatan anggota Gapoktan Rezki dan KWT Sumberejo meningkat hingga 36,3 persen. Peningkatan tersebut sejalan dengan masuknya produk ke rantai pasok dapur MBG dan dukungan distribusi yang lebih efisien.
Ketua Gapoktan Rezki, Slamet Riyanto, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan PLN. Ia mengatakan, fasilitas yang diberikan memungkinkan kelompok tani memproduksi pupuk kompos secara mandiri sehingga dapat menekan biaya pembelian pupuk.
“Kami berterima kasih kepada PLN berkat bantuannya sekarang kami bisa memproduksi pupuk kompos secara mandiri sehingga kami mengurangi biaya pembelian pupuk,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Subandi, mengungkapkan bahwa tingkat pengolahan sampah di desanya meningkat hingga 43,3 persen.
Ia menilai program tersebut turut mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat desa, dengan memanfaatkan limbah sayuran menjadi bahan yang berguna bagi kegiatan pertanian.
Melalui program Desa Berdaya, PLN Pusmanpro berharap pendampingan dan fasilitas yang diberikan dapat memperkuat pengelolaan limbah, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta mendukung keberlanjutan usaha pertanian masyarakat Desa Sumberejo.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.