Sabtu, 31 Oktober 2026

Maluku Utara Buka Kanal Aduan Siswa untuk Awasi Penggunaan Dana BOS dan BOSDA

Foto: Gubernur Sherly Tjoanda
Foto: Gubernur Sherly Tjoanda

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Tidore – Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka kanal pengaduan kondisi sekolah yang dapat dimanfaatkan siswa dan masyarakat untuk melaporkan kebutuhan fasilitas pendidikan. Selain menjadi ruang penyampaian aspirasi, kanal tersebut diarahkan sebagai instrumen pengawasan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Pelaporan dapat dilakukan melalui situs kondisisekolah.gubsherly.com. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan siswa maupun masyarakat harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Menurutnya, laporan tidak boleh berhenti sebagai catatan tanpa penyelesaian.

Hal tersebut disampaikan Sherly saat mengunjungi SMAN 1 Tidore dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia bersama Wali Kota Tidore Kepulauan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara mendengarkan langsung aspirasi para pelajar, terutama terkait kebutuhan fasilitas sekolah.

Kanal Aduan untuk Pengawasan Dana Pendidikan

Sherly berharap kanal pengaduan tersebut dapat membantu pemerintah mengawal pemanfaatan dana BOS dan BOSDA agar lebih transparan dan tepat sasaran. Dengan pengawasan yang melibatkan masyarakat, anggaran pendidikan diharapkan benar-benar memberikan manfaat melalui perbaikan fasilitas serta peningkatan kualitas lingkungan belajar.

Kanal tersebut juga membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan kondisi sekolah berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari. Informasi yang masuk diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut.

Selain menyediakan sarana pelaporan, Sherly mendorong pelajar agar berani menyampaikan pendapat serta mengungkapkan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan pendidikan.

Dorong Keberanian Siswa dan Respons Pemerintah

Menurut Sherly, keberanian generasi muda dalam menyuarakan persoalan perlu diimbangi kesediaan pemerintah untuk mendengar, mengambil tindakan, dan menunjukkan hasil penyelesaiannya.

Ia menilai momentum Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk membangun keberanian generasi muda dalam mengambil inisiatif dan mendorong perubahan.

Sherly juga menekankan bahwa persatuan tidak cukup dimaknai sebagai kebersamaan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja sama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, termasuk memperbaiki kualitas pendidikan di Maluku Utara.

Melalui kanal pengaduan kondisi sekolah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap partisipasi siswa dan masyarakat dapat memperkuat pengawasan penggunaan anggaran pendidikan sekaligus membantu memastikan kebutuhan sekolah mendapat perhatian yang sesuai.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!