Kamis, 15 Oktober 2026 Indonesia
TERKINI
Sustainability Sinergi anak bangsa untuk kedaulatan energi negeri • Energy RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Dorong Pertamina Jadi BUK Migas • News Dana Karhutla Kalteng Rp107 Miliar Menguap? • Energy Ketua Umum Pemuda Energi Indonesia Kecam Praktik Nakal Penjualan BBM Eceran di Tengah Panjangnya Antrean di Beberapa Kota Besar, Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak Tegas • Energy Suroso Isnandar Pimpin PLN, Ini Rekam Jejak Karier dan Latar Belakangnya • Energy Breaking News: Darmawan Prasodjo Resmi Dicopot dari Jabatan Dirut PLN • Energy Resmi Jadi Dirut PLN, Suroso Isnandar Miliki Pengalaman Lebih dari 30 Tahun • Energy BREAKING NEWS: Darmawan Prasodjo Diganti, Suroso Isnandar Jadi Dirut Baru PLN • Hukum Adik Kepala BNPB Terseret Kasus Korupsi Dana Kebencanaan, KPK Tetapkan Lima Tersangka • Hukum 22 Personel Polda Sulut Dijatuhi PTDH, Pelanggaran Meliputi Desersi hingga Narkoba • Energy Kilang Balongan Pastikan Pasokan BBM Aman Usai Nyala Flare Membesar •

Dana Karhutla Kalteng Rp107 Miliar Menguap?

Foto: Dok. Pemuda Intelektual Nusantara mendesak audit terbuka dan transparansi penggunaan anggaran Rp107 miliar untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah periode 2025–2026.
Foto: Dok. Pemuda Intelektual Nusantara mendesak audit terbuka dan transparansi penggunaan anggaran Rp107 miliar untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah periode 2025–2026.

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

Pemuda Intelektual Nusantara menyoroti Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah senilai Rp107 Miliar yang bersumber dari APBN, Dana Siap Pakai BNPB, dan APBD Provinsi Kalteng Tahun 2025-2026.

Dengan anggaran fantastis Rp107 Miliar, faktanya:

•⁠ ⁠Titik api (hotspot) di Kalteng tahun ini masih tertinggi ketiga nasional

•⁠ ⁠Kabut asap masih menyelimuti Palangka Raya, Kapuas, dan Pulang Pisau hingga ISPA anak-anak meningkat 200%

•⁠ ⁠Manggala Agni dan Tim Serbu Api di lapangan mengeluh kekurangan APD, mesin pompa air rusak, dan operasional minim

"Ini yang kami sebut Korupsi Asap. Anggaran Rp107 Miliar itu besar, tapi asapnya tidak pernah hilang. Kemana uang Rp107 Miliar itu? Rakyat Kalteng berhak tahu rincinya, bukan cuma dengar laporan seremonial," tegas Founder Pemuda Intelektual Nusantara.

5 PERTANYAAN KERAS UNTUK GUBERNUR KALTENG & BNPB SOAL Rp107 MILIAR:

1.⁠ ⁠Berapa untuk sewa helikopter water bombing? Jika 1 jam Rp150 Juta, berapa jam terbang yang sudah direalisasikan dari Rp107 Miliar itu? Mana logbook-nya?

2.⁠ ⁠Berapa untuk sekat kanal gambut? Dengan Rp107 Miliar, harusnya ribuan sekat kanal terbangun. Faktanya banyak kanal di eks-PLG 1 juta hektar masih kering dan tidak berfungsi.

3.⁠ ⁠Berapa untuk operasional BPBD/Manggala Agni? Jangan sampai dari Rp107 Miliar, yang sampai ke petugas lapangan cuma 10%, sisanya habis di rapat hotel dan perjalanan dinas.

4.⁠ ⁠Siapa kontraktor pengadaan pompa, selang, dan tenda? Apakah ada konflik kepentingan seperti kasus di BNPB pusat?

5.⁠ ⁠Mana laporan transparansi publik? Sampai hari ini, website Pemprov Kalteng dan BPBD Kalteng tidak pernah mempublikasikan realisasi rinci Rp107 Miliar itu.

TUNTUTAN:

1.⁠ ⁠KPK Harus Turun ke Kalteng. Jangan hanya OTT di Jakarta. Audit forensik dana Rp107 Miliar Karhutla Kalteng.

2.⁠ ⁠Gubernur Kalteng Buka RAB Rp107 Miliar ke Publik. Dalam 1x24 jam, umumkan rincian penggunaan di media resmi.

3.⁠ ⁠Kepala BPBD Kalteng Diperiksa. Jika tidak bisa jelaskan Rp107 Miliar, copot jabatannya.

"Kami ingatkan, OTT BNPB kemarin berawal dari dana siap pakai yang tidak transparan. Jangan sampai Rp107 Miliar di Kalteng menjadi OTT jilid 2. Pemerintah harus terbuka, atau Pemuda akan membuka paksa dengan aksi dan laporan ke KPK," tutup nur sholihin

PEMUDA INTELEKTUAL NUSANTARA

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!