Sabtu, 31 Oktober 2026

PTPN dan Pertamina NRE Bangun Pabrik Bioetanol Kedua di Banyuwangi, Kapasitas 30 Ribu KL per Tahun

Foto: Pertamina NRE
Foto: Pertamina NRE

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Banyuwangi – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) bersama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) mulai membangun fasilitas produksi bioetanol kedua di Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 30 ribu kiloliter per tahun (KLPA), setara dengan kapasitas fasilitas sebelumnya.

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi bioetanol berbasis tebu untuk mendukung program energi pemerintah.

Dalam skema kerja sama tersebut, PTPN bertanggung jawab menyiapkan lahan dan pasokan bahan baku atau feedstock, sedangkan pembangunan pabrik akan dilaksanakan oleh PNRE.

“Kami menyiapkan lahannya, kami menyiapkan feedstock-nya, yang nanti pabriknya akan dibangun oleh teman-teman PNRE, lokasinya di Glenmore, di Banyuwangi sana,” ujar Ryanto dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Serapan Bioetanol Pertamina Masih Terbatas

Ryanto menjelaskan, produksi molase atau tetes tebu PTPN saat ini masih lebih banyak diserap industri makanan dan minuman. Sementara itu, pemanfaatannya sebagai bahan baku bioetanol untuk kebutuhan Pertamina masih relatif kecil.

Menurutnya, serapan bioetanol oleh Pertamina diperkirakan belum mencapai 1.000 kiloliter. Angka tersebut masih jauh dibandingkan kapasitas produksi yang dimiliki PTPN.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari implementasi program pencampuran etanol ke dalam bahan bakar minyak dengan kadar E5 yang belum berjalan secara masif.

“Memang saat ini, kami pergunakan mainly untuk food grade, yaitu untuk industri makanan dan minuman atau mamin,” kata Ryanto.

Ia juga menyoroti bahwa pengembangan industri bioetanol sebelumnya menghadapi kendala regulasi dan kejelasan aturan dari sejumlah instansi terkait. Meski demikian, PTPN mulai memperkuat kerja sama untuk meningkatkan pemanfaatan tebu sebagai bahan baku energi.

Kapasitas Produksi Perlu Ditingkatkan untuk Target E20

Pembangunan pabrik kedua di Banyuwangi diharapkan memperkuat kapasitas produksi bioetanol nasional. Namun, Ryanto menilai peningkatan produksi masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan apabila program pencampuran etanol dalam bensin ditingkatkan menuju E20.

Dengan kapasitas sekitar 30 ribu KLPA, fasilitas baru tersebut akan menambah kemampuan produksi bioetanol berbasis tebu. Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan operasional pabrik.

Kerja sama PTPN dan PNRE sekaligus mempertemukan potensi sektor perkebunan dengan pengembangan energi baru dan terbarukan. PTPN berperan dalam penyediaan bahan baku dari sektor pertanian, sementara PNRE menangani pembangunan fasilitas pengolahan.

Pengembangan kapasitas produksi dan kepastian penyerapan bioetanol akan menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi bahan bakar campuran etanol serta mengembangkan rantai pasok energi berbasis sumber daya domestik.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!