SINERGYNEWS.ID, Jakarta — PT PLN (Persero) meraih penghargaan dalam ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 atas implementasi hasil riset dan inovasi di bidang ketenagalistrikan. Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan Green Hydrogen Hub dan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Belitung.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya PLN mengubah hasil penelitian menjadi solusi teknologi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu capaian yang disorot adalah peningkatan layanan listrik di Pulau Rengit, dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam setiap hari.
DTIIF 2026 berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta dengan tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemanfaatan teknologi, pengembangan inovasi, dan investasi berkelanjutan guna mendukung transformasi industri nasional.
Penghargaan diterima oleh Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, bersama General Manager PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang), Mochamad Soleh.
Green Hydrogen Hub Perkuat Riset Teknologi Hidrogen
Green Hydrogen Hub yang dikembangkan PLN Puslitbang mencakup fasilitas Laboratorium Hidrogen untuk mendukung penelitian, pengujian, dan pengembangan teknologi hidrogen. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat kesiapan teknologi energi rendah karbon dalam mendukung transisi energi nasional.
Pengembangan teknologi hidrogen dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya memperluas pilihan solusi energi bersih. Melalui fasilitas laboratorium tersebut, PLN Puslitbang memperkuat kapabilitas riset dan pengembangan teknologi untuk menjawab tantangan sektor ketenagalistrikan.
GEET Pulau Rengit Tingkatkan Layanan Listrik Menjadi 24 Jam
Sementara itu, Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit dikembangkan untuk menjawab tantangan penyediaan listrik di wilayah kepulauan. Sebelum penerapan teknologi ini, masyarakat setempat memperoleh layanan listrik sekitar 12 jam per hari. Kini, layanan tersebut tersedia selama 24 jam setiap hari.
Peningkatan durasi layanan listrik menjadi capaian penting bagi masyarakat yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur kelistrikan. Ketersediaan listrik sepanjang hari dapat membuka peluang untuk memperluas aktivitas produktif, meningkatkan kenyamanan kehidupan sehari-hari, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
GEET Pulau Rengit mengintegrasikan sejumlah teknologi energi bersih, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Battery Energy Storage System (BESS), teknologi hidrogen dan fuel cell, turbin angin, serta Energy Management System (EMS).
Integrasi teknologi tersebut menunjukkan penerapan inovasi ketenagalistrikan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan energi masyarakat kepulauan. Pasokan listrik yang lebih andal juga berpotensi mendukung kegiatan ekonomi yang membutuhkan energi berkelanjutan, termasuk pengelolaan hasil perikanan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
PLN Dorong Riset yang Berdampak bagi Masyarakat
General Manager PLN Puslitbang, Mochamad Soleh, menyatakan penghargaan Danantara menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk terus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung pengembangan teknologi energi bersih.
“Penghargaan Danantara ini merupakan apresiasi atas komitmen PLN Puslitbang dalam mengembangkan dan mengimplementasikan hasil riset serta inovasi di bidang energi bersih. Melalui Green Hydrogen Hub dan fasilitas Laboratorium Hidrogen, kami terus memperkuat pengembangan teknologi hidrogen. Sementara itu, implementasi Technopark Energi Hijau di Pulau Rengit telah mendukung peningkatan layanan listrik dari sebelumnya 12 jam menjadi 24 jam setiap hari. Capaian ini memotivasi kami untuk terus menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, memperluas akses energi bersih, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mochamad Soleh.
Penghargaan tersebut menyoroti pentingnya kesinambungan antara penelitian, pengembangan teknologi, dan penerapan inovasi. Melalui Green Hydrogen Hub dan GEET Pulau Rengit, PLN Puslitbang berupaya memperluas penerapan teknologi energi bersih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan.
Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung transformasi sektor energi Indonesia, mulai dari pengembangan kapabilitas riset hidrogen hingga penerapan solusi kelistrikan yang menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.