SINERGYNEWS.ID, Bali — Pertemuan ke-51 ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) Council Meeting 2026 resmi ditutup di Bali dengan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat kerja sama energi regional. Forum ini menegaskan komitmen negara-negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan transisi energi, menjaga keamanan rantai pasok, dan mendorong pertukaran teknologi di kawasan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga keberlanjutan pasokan bagi generasi mendatang.
“Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang,” ujar Simon.
Menurutnya, setiap anggota ASCOPE memiliki tantangan, peran, dan potensi yang berbeda. Keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama.
Simon juga mengapresiasi komitmen seluruh anggota ASCOPE dalam memperkuat kerja sama energi regional, terutama di tengah dinamika global. Forum ini selama ini menjadi wadah bagi institusi energi di Asia Tenggara untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kemitraan strategis.
Timor Leste Perluas Peluang Kerja Sama Energi
Keanggotaan penuh Timor Leste di ASCOPE turut membuka peluang baru bagi pengembangan kerja sama energi di kawasan. Perwakilan Timor Leste, Zeferino, mengapresiasi peran strategis forum tersebut serta Pertamina sebagai penyelenggara pertemuan di Bali.
Bagi Timor Gap, perusahaan energi nasional Timor Leste yang telah berusia 15 tahun, keanggotaan penuh ASCOPE memberikan kesempatan untuk memperluas kemitraan dengan perusahaan minyak nasional negara-negara ASEAN.
Ruang kolaborasi tersebut mencakup kegiatan operasional hulu dan hilir minyak dan gas bumi (migas), pengembangan konten lokal, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang berkelanjutan.
Pengalaman Indonesia menjadi tuan rumah ASCOPE ke-51 juga dapat menjadi referensi bagi Timor Leste yang tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2029. Melalui forum ini, Timor Leste berkesempatan mempelajari penyelenggaraan pertemuan regional sekaligus memperluas jejaring kerja sama di sektor energi.
Mendorong Ketahanan Energi Kawasan
Penutupan ASCOPE ke-51 di Bali diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antarnegara anggota ASEAN. Kolaborasi di bidang energi dinilai penting untuk menghadapi tantangan transisi energi, meningkatkan ketahanan rantai pasok, dan memperluas pemanfaatan teknologi.
Pertamina bersama seluruh anggota ASCOPE, termasuk Timor Leste, menyatakan optimisme bahwa kerja sama regional dapat mendukung terwujudnya masa depan energi ASEAN yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.