SINERGYNEWS.ID, Jayapura – Tim Ekspedisi Patriot (TEP)-11 Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan platform informasi kesehatan digital Lerehfarma.id kepada 30 siswa SMA Negeri (SMAN) Kaureh di Kampung Ongan Jaya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran kesehatan generasi muda sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi di Kawasan Transmigrasi Lereh.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot ITB Kluster Kesehatan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan platform digital, sanitasi dan air bersih, serta pengenalan pendidikan tinggi. Para siswa juga mengikuti praktik langsung untuk mengakses informasi kesehatan melalui teknologi.

Kenalkan Lerehfarma.id sebagai Platform Informasi Kesehatan
Lerehfarma.id merupakan platform digital yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi kesehatan dan mendukung komunikasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, termasuk puskesmas pembantu (pustu).
Platform ini menyediakan sejumlah fitur, antara lain informasi fasilitas dan layanan kesehatan, ketersediaan obat, pengaduan masyarakat, artikel kesehatan, serta data penyakit.
Dalam sesi praktik, para siswa didampingi untuk menjelajahi berbagai fitur tersebut. Mereka juga mempelajari cara menyampaikan pengaduan secara digital dan mengakses informasi mengenai obat.
Kepala SMAN Kaureh, Basalius Imanuel Yabansabra, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Tim Ekspedisi Patriot ITB. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi dan ITB atas perhatian terhadap pengembangan pengetahuan serta keterampilan digital pelajar di Papua.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Dalam sesi diskusi, salah seorang siswa, Egy Ardyansyah, menanyakan bagaimana pelajar dapat membantu memperkenalkan Lerehfarma.id kepada masyarakat.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perwakilan tim menjelaskan bahwa penyebaran informasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
“Sebarkan saja. Lingkup paling kecil adalah mengajarkan dulu kepada orang tua di rumah. Setelah itu, kalau sudah lancar, adik-adik bisa mengajarkan ke keluarga lain, tetangga, atau teman. Tidak perlu langsung ke banyak orang, mulai dari yang terdekat,” jelas perwakilan tim.
Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong menjadi penghubung informasi kesehatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Edukasi Kualitas Air dan Pencegahan Penyakit
Selain literasi digital, Tim Ekspedisi Patriot ITB memberikan edukasi mengenai sanitasi dan pentingnya kualitas air bersih. Ketua Tim TEP-11 ITB, Dr. Muhammad Yudhistira Azis, mengajak siswa memahami hubungan antara kualitas air dan kesehatan melalui praktik pemeriksaan pH menggunakan indikator universal.
Para siswa mempelajari cara membaca hasil pengukuran sekaligus memahami bahwa pH merupakan salah satu indikator kualitas air. Namun, pemeriksaan tersebut belum cukup untuk memastikan keamanan air minum karena masih diperlukan pengujian terhadap parameter lainnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyerahan poster edukasi kesehatan yang membahas pencegahan malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), skabies, HIV/AIDS, dan tuberkulosis (TBC). Poster tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa di lingkungan sekolah.
Perkenalkan Pendidikan Tinggi dan Peluang Melanjutkan Studi
Tim Ekspedisi Patriot ITB turut memperkenalkan kehidupan kampus, pilihan program studi, serta jalur masuk perguruan tinggi kepada para siswa.
Salah seorang siswa, Amelia Wenda, mengajukan pertanyaan mengenai tantangan untuk masuk dan menempuh pendidikan di ITB. Tim kemudian memberikan motivasi tentang pentingnya ketekunan belajar, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu dalam meraih cita-cita.
Para siswa juga didorong untuk aktif mencari informasi mengenai pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri sejak dini agar memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan.
Digitalisasi Layanan Kesehatan di Kawasan Transmigrasi Lereh
Pengenalan Lerehfarma.id menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan kesehatan di Kawasan Transmigrasi Lereh. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada penerapan sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperluas akses terhadap informasi kesehatan.
Ke depan, platform tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan informasi kesehatan dan mendukung fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyediakan informasi yang lebih mudah diakses masyarakat. Pemanfaatannya secara berkelanjutan juga membutuhkan pendampingan serta pembaruan informasi dari pihak terkait.
Melalui kolaborasi ITB, Kementerian Transmigrasi, dan masyarakat setempat, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas literasi kesehatan, meningkatkan keterampilan digital generasi muda, serta mendorong pemanfaatan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Papua.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.