SINERGYNEWS.ID, Bandung – Tiga mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Cantix berhasil meraih Juara 1 Market.inc International Applied Business Competition 2026. Mereka mengungguli peserta dari Australia dan Singapura melalui rancangan strategi pemasaran produk perawatan pria GATSBY Wipes.
Ketiga mahasiswi tersebut adalah Sarah Eudora Simamora, Paramadina Kinarhasna Bulfiah, dan Tazkia Zahra Aulia dari Program Studi Manajemen, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB angkatan 2024.
Dalam kompetisi yang babak finalnya berlangsung secara daring pada 6 Oktober 2026 tersebut, Tim Cantix menempati posisi pertama, disusul tim dari Australia sebagai juara kedua dan Singapura di posisi ketiga.
Kompetisi yang digagas Markathing Indonesia bersama Applied Syndicate Project (ASP) dari University of Melbourne ini diikuti sekitar 250 pendaftar dari delapan negara. Para peserta ditantang menyusun strategi pemasaran tiga tahun untuk meningkatkan penerimaan pasar terhadap GATSBY Wipes.
Riset Konsumen Jadi Dasar Strategi Pemasaran
Dalam menyelesaikan tantangan tersebut, Tim Cantix tidak hanya berfokus pada upaya memperkenalkan produk, tetapi juga mencari cara membangun kebiasaan baru dalam penggunaan produk perawatan diri pria.
Mereka melakukan riset melalui studi literatur, analisis data sekunder, survei, wawancara, serta diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD).
Hasil riset digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen dan menentukan segmen pasar potensial. Salah satu kelompok utama yang disasar adalah Social Hustler, yakni pria muda dengan mobilitas tinggi yang aktif menjalani berbagai kegiatan.
Selain itu, strategi pemasaran juga menyasar pengguna transportasi harian atau commuter serta kelompok penggemar olahraga atau sports enthusiast.
Dari hasil analisis tersebut, Tim Cantix mengembangkan kampanye bertajuk GATSBY for What's Next. Kampanye ini memosisikan GATSBY Wipes sebagai produk perawatan diri praktis yang mendukung kesegaran dan kepercayaan diri di tengah aktivitas sehari-hari.
Kembangkan Strategi dari Pengenalan hingga Pembelian Ulang
Selain kampanye pemasaran, Tim Cantix menyusun strategi yang mencakup seluruh perjalanan konsumen, mulai dari pengenalan produk, percobaan, pembelian, hingga pembelian ulang.
Sejumlah pendekatan yang ditawarkan meliputi Digital Trial Pass untuk mendorong konsumen mencoba produk, penyediaan paket percobaan, pemanfaatan mesin penjual otomatis, serta kolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperluas akses pasar.
Setiap strategi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen, kemudahan implementasi, dan potensi keberlanjutan bisnis.
Dalam pengerjaannya, ketiga anggota tim membagi tanggung jawab berdasarkan bidang analisis. Kinar berfokus pada analisis konsumen dan pasar, Tazkia menangani aspek komersial serta aktivasi pemasaran, sedangkan Sarah mengerjakan analisis kompetitor dan produk pengganti.
Mereka kemudian berkolaborasi menyusun peta jalan implementasi, mitigasi risiko, indikator kinerja, serta analisis keuangan untuk memastikan strategi yang ditawarkan memiliki dasar bisnis yang kuat.
Pemahaman Konsumen Indonesia Jadi Keunggulan
Bersaing dengan peserta dari berbagai negara memberikan pengalaman tersendiri bagi Tim Cantix. Menurut Tazkia, pemahaman terhadap karakteristik konsumen Indonesia menjadi salah satu keunggulan mereka dalam menyusun strategi pemasaran.
“Kami mahasiswi Indonesia yang mengerjakan kasus untuk konsumen Indonesia, jadi lebih mudah membaca perilaku konsumen dan masalah yang benar-benar mereka alami,” kata Tazkia.
Pada babak final, Tim Cantix mempresentasikan rancangan strategi di hadapan dewan juri. Mereka menjelaskan dasar riset, pertimbangan bisnis, hingga alasan pemilihan pendekatan pemasaran yang diajukan.
Sarah mengaku tidak menyangka timnya dapat meraih posisi pertama setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
“Dari awal kami berharap bisa menang dan tetap optimistis, tetapi jujur tidak menyangka bisa sampai juara 1, apalagi melihat banyaknya peserta dari berbagai negara,” ujar Sarah.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga memberikan pengalaman dalam mengembangkan solusi bisnis berbasis riset, analisis pasar, kreativitas, dan kerja sama tim.
Tim Cantix berharap pencapaian ini dapat mendorong mahasiswa ITB lainnya untuk berani mengikuti kompetisi internasional serta mengembangkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.