SINERGYNEWS.ID, Bandung – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong pengembangan industri manufaktur kendaraan listrik lokal untuk mendukung kebutuhan transportasi umum di Jawa Barat. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarkota sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat daerah.
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyampaikan gagasan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (4/11/2026). Kolaborasi tersebut menjadi tindak lanjut dari penyelenggaraan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 yang berlangsung pada Oktober 2026.
Menurut Ilham, pengembangan jaringan transportasi umum antarkota dapat menjadi peluang untuk membangun industri kendaraan lokal yang dikelola dan diproduksi oleh masyarakat Jawa Barat.
“Jaringan transportasi umum antar kota-kota di Jawa Barat membuka peluang industri-industri yang bisa dikelola oleh warga dengan pembuatan kendaraan untuk transportasi umum,” kata Ilham.
PII mengusulkan agar armada transportasi umum di Jawa Barat mulai memanfaatkan teknologi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang diproduksi melalui kerja sama dengan industri karoseri lokal.
Selain teknologi, desain kendaraan juga diharapkan menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal setiap daerah. Pendekatan tersebut ditujukan agar pengembangan transportasi publik tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri manufaktur daerah.
Industri Karoseri Lokal Dilibatkan dalam Pengembangan EV
Dalam rencana tersebut, PII mendorong keterlibatan industri karoseri lokal untuk memproduksi kendaraan listrik bagi kebutuhan angkutan penumpang maupun armada pengangkut sampah.
Pengembangan kendaraan disesuaikan dengan kebutuhan tata ruang dan karakteristik kota-kota di Jawa Barat. Dengan demikian, industri lokal berpeluang terlibat dalam rantai produksi kendaraan, mulai dari perancangan hingga pembuatan armada.
PII dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sepakat melibatkan institusi akademis, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk mendukung riset awal dan penyusunan desain teknis kendaraan.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat aspek rekayasa dan teknologi, sekaligus menghubungkan kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan industri manufaktur lokal.
Ilham menegaskan bahwa pemanfaatan kendaraan listrik dalam transportasi umum dapat membuka peluang penciptaan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan industri di daerah.
Pemprov Jabar Siapkan Skema Peremajaan Angkutan Umum
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut rencana pengembangan tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki konektivitas dan tata ruang transportasi publik di wilayahnya.
Pemprov Jabar juga menyiapkan skema peremajaan angkutan umum dengan mempertimbangkan keberlanjutan mata pencaharian para pengemudi angkutan konvensional.
Dalam skema yang direncanakan, sebagian pengemudi akan dialihkan menjadi tenaga kebersihan di tingkat provinsi maupun kota. Sementara itu, pengemudi lainnya tetap dapat bekerja sebagai pengemudi angkutan umum dengan memperoleh porsi kepemilikan armada baru.
“Rencananya adalah sebagian diangkat menjadi tenaga kebersihan provinsi dan kota, sebagian lagi melanjutkan menjadi sopir angkutan umum, tetapi mereka menjadi bagian dari kepemilikan angkutan umum itu,” kata Dedi.
Skema tersebut menjadi bagian dari pendekatan peremajaan transportasi yang turut memperhatikan aspek sosial dan keberlanjutan ekonomi para pelaku angkutan umum.
Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Industri Daerah
Kolaborasi PII dan Pemprov Jawa Barat membuka peluang pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang melibatkan pemerintah, industri manufaktur, dan perguruan tinggi.
Pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan armada transportasi umum, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan produksi kendaraan dalam negeri dan meningkatkan keterlibatan industri lokal.
Melalui dukungan riset, desain teknis, serta kebijakan transportasi daerah, inisiatif ini diharapkan dapat menghubungkan pengembangan teknologi kendaraan listrik dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Jika terealisasi, pengadaan armada listrik melalui industri karoseri lokal berpotensi menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperluas lapangan kerja di sektor manufaktur dan transportasi Jawa Barat.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.