Minggu, 08 November 2026

PHM Produksikan Sumur JUM-101, Hasil Gas Lampaui Target hingga 110 Persen

Foto: Pertamina Hulu Mahakam
Foto: Pertamina Hulu Mahakam

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengoperasikan sumur migas baru JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Sumur tersebut mencatatkan produksi gas sebesar 3,3 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), atau 110 persen dari target awal sebesar 3 MMscfd. Selain gas, sumur ini juga menghasilkan tambahan minyak sebesar 250 barel per hari (BOPD).

Sumur JUM-101 mulai berproduksi atau Put on Production (PoP) pada 7 November 2026 setelah melalui rangkaian pekerjaan pengeboran dan penyelesaian sumur. Pengeboran berlangsung pada 20 Juli hingga 4 Agustus 2026 menggunakan Jack Up Rig Tasha.

Setelah pengeboran selesai, PHM melanjutkan tahapan pekerjaan teknis hingga sumur siap dialirkan. Proses tersebut mencakup cement log, Coiled Tubing (CT) Unload, initial perforation, serta pemasangan Thru Tubing Ceramic Screen. Pengoperasian sumur dilakukan dengan menggunakan Barge AWB Bayu Cakrawala.

Berdasarkan hasil clean up pada bukaan choke 36/64 inci, JUM-101 mampu menghasilkan gas 3,3 MMscfd dan minyak 250 BOPD. Capaian tersebut melampaui target produksi gas yang telah ditetapkan sebelumnya.

SKK Migas Apresiasi Capaian PHM

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengapresiasi keberhasilan PHM dalam merealisasikan produksi sumur baru tersebut.

Menurut Djoko, capaian JUM-101 merupakan hasil kerja keras serta kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasi hulu migas.

Ia menilai keberhasilan sumur tersebut menjadi kabar positif bagi industri hulu migas nasional, terutama karena produksi gas yang dihasilkan mencapai 110 persen dari target awal, sekaligus memberikan tambahan produksi minyak.

“Keberhasilan sumur JUM-101 yang mampu menghasilkan gas sebesar 3,3 MMscfd atau 110 persen dari target, serta tambahan produksi minyak sebesar 250 BOPD, merupakan kabar baik bagi industri hulu migas nasional,” ujar Djoko, Sabtu (7/11).

Djoko menegaskan, optimalisasi produksi dari sumur-sumur baru menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja produksi migas nasional.

Karena itu, SKK Migas terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) meningkatkan kinerja operasi, mempercepat realisasi pengeboran, dan mengoptimalkan potensi setiap wilayah kerja.

Menurutnya, setiap tambahan produksi minyak maupun gas memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Dorong Optimalisasi Wilayah Kerja Mahakam

Keberhasilan produksi JUM-101 diharapkan menjadi momentum bagi PHM untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Wilayah Kerja Mahakam.

SKK Migas bersama seluruh KKKS juga terus memperkuat sinergi dan kolaborasi guna menjaga keberlanjutan produksi migas, mendukung pencapaian target lifting, serta meningkatkan kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!