Rabu, 28 Oktober 2026

Danantara Targetkan Investasi US$20–30 Miliar untuk Dorong Industri Teknologi Indonesia

Foto: Dok. Danantara
Foto: Dok. Danantara

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta — Danantara Indonesia mendorong pengembangan industri berbasis teknologi dan inovasi melalui penyelenggaraan Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026. Forum yang berlangsung selama tiga hari ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, lembaga, perguruan tinggi, serta ahli teknologi dari dalam dan luar negeri.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan sekitar 1.500 orang telah mendaftar untuk mengikuti forum tersebut. Sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dan kesepakatan kerja sama juga disiapkan bersama perusahaan domestik, perusahaan asing, serta perguruan tinggi.

Kerja sama tersebut akan diarahkan pada pemetaan kebutuhan industri dan pencocokan kompetensi perguruan tinggi agar riset serta keahlian akademik dapat mendukung kebutuhan industri secara langsung, termasuk di wilayah tempat perusahaan beroperasi.

“Kita akan mulai melakukan mapping dan matching, di mana industri BUMN kita di bawah Danantara nanti akan didukung oleh perguruan tinggi, tidak hanya yang ahli, tetapi juga yang berada di lokasi industri kita,” kata Sigit dalam TIIF 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026), dikutip dari CNBC Indonesia.

Danantara Dorong Industri Berbasis Inovasi

Sigit menjelaskan, pengembangan industri nasional tidak cukup hanya berfokus pada sektor padat karya. Danantara juga ingin memperkuat industri berbasis teknologi, penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), serta inovasi.

Menurutnya, pengembangan teknologi membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai. Karena itu, kerja sama yang dibangun Danantara diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi dapat menghasilkan inovasi yang diterapkan langsung dalam kegiatan industri.

Danantara ingin mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara atau perusahaan lain, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi dan menjadi pelopor dalam bidang industri tertentu.

Sigit mengatakan, kolaborasi antara perusahaan, lembaga riset, dan perguruan tinggi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kemampuan teknologi nasional.

“Di Danantara, kami sebagai Chief Technology Officers mengalokasikan kerja sama untuk membangun inovasi yang langsung kita implementasikan di industri,” ujarnya.

Target Investasi hingga US$30 Miliar

Dalam forum tersebut, Sigit menyampaikan bahwa investasi yang ditargetkan Danantara dapat mencapai US$20–30 miliar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia juga menyebut peluang investasi berpotensi melampaui kisaran tersebut karena besarnya kebutuhan pengembangan di sejumlah sektor prioritas.

Danantara mengidentifikasi lima sektor utama yang menjadi fokus pengembangan, yaitu:

  1. Energi.
  2. Pangan dan kesehatan.
  3. Mineral dan material maju.
  4. Semikonduktor.
  5. Infrastruktur, digital dan mobilitas, serta pertahanan.

Menurut Sigit, sektor-sektor tersebut memiliki ruang investasi yang besar dan dapat menjadi bagian dari strategi penguatan industri nasional berbasis teknologi.

Meski demikian, target investasi tersebut masih berupa sasaran yang disampaikan Danantara. Realisasi akhirnya akan bergantung pada perkembangan proyek, kesepakatan kerja sama, dan pelaksanaan investasi di masing-masing sektor.

Kolaborasi Industri dan Perguruan Tinggi

Melalui TIIF 2026, Danantara berupaya mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kapasitas riset dan keahlian perguruan tinggi. Pemetaan tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi teknologi yang dibutuhkan industri sekaligus pihak yang dapat mengembangkannya.

Pendekatan ini juga diarahkan agar perguruan tinggi dapat berkontribusi sesuai kebutuhan dan karakteristik industri di berbagai daerah, sehingga pengembangan teknologi tidak hanya terpusat pada satu lokasi.

Bagi Indonesia, penguatan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri domestik, memperluas penerapan hasil penelitian, dan membangun kemampuan inovasi yang dapat digunakan secara komersial.

Melalui fokus investasi pada lima sektor strategis dan pengembangan kerja sama teknologi, Danantara menargetkan industri nasional memiliki peran lebih besar dalam menghasilkan serta menerapkan inovasi, bukan sekadar mengadopsi teknologi yang telah tersedia.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!