Minggu, 08 November 2026

PLN Perluas Akses Listrik ke 199 Desa di Papua hingga 2027

Foto: Dok. Istimewa
Foto: Dok. Istimewa

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Papua – PT PLN (Persero) terus memperluas pemerataan akses listrik di Tanah Papua melalui program Listrik Desa (Lisdes). Sepanjang 2026, PLN telah berhasil menghadirkan listrik di 128 desa dan menargetkan perluasan elektrifikasi hingga 199 desa pada 2027.

Program tersebut mencakup empat provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Pembangunan infrastruktur kelistrikan dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum memperoleh akses listrik, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur pendukung.

Untuk mendukung target elektrifikasi, PLN telah membangun jaringan distribusi dalam skala besar sepanjang 2026. Infrastruktur yang dibangun meliputi jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 286,71 kms, serta gardu distribusi dengan kapasitas total 7.450 kilovolt ampere (kVA).

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan pembangunan kelistrikan di Papua membutuhkan perencanaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Kondisi medan, jarak antarpemukiman, serta keterbatasan infrastruktur menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pembangunan.

Menurutnya, pendekatan pembangunan tidak dapat diseragamkan karena setiap daerah memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, PLN mengembangkan jaringan distribusi sekaligus mempertimbangkan pemanfaatan potensi energi setempat.

"Perluasan akses listrik di Papua tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. PLN menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk melalui pengembangan jaringan distribusi maupun pemanfaatan potensi energi setempat," ujar Suroso dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).

Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Pelaksanaan program Lisdes juga membutuhkan koordinasi lintas pihak untuk mengatasi tantangan geografis dan keterjangkauan lokasi pembangunan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyebut PLN terus mengoptimalkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Koordinasi tersebut dilakukan agar pembangunan infrastruktur kelistrikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap desa sasaran.

Ia menjelaskan, capaian elektrifikasi 128 desa sepanjang 2026 merupakan hasil pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara kolaboratif. Pekerjaan mencakup penyediaan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung, mulai dari JTM, JTR, hingga gardu distribusi.

"Pencapaian elektrifikasi 128 desa hingga 2026 merupakan hasil dari pekerjaan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara kolaboratif. Kami terus memastikan pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung, mulai dari JTM, JTR, hingga gardu distribusi, dapat diselesaikan sesuai kebutuhan masing-masing desa," ungkap Roberth.

Listrik Dukung Pendidikan hingga Aktivitas Ekonomi

Perluasan akses listrik di desa-desa terpencil diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan penerangan, ketersediaan listrik juga berperan dalam mendukung pelayanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, listrik dapat menunjang kegiatan belajar masyarakat. Sementara dalam pelayanan kesehatan, ketersediaan energi menjadi salah satu faktor pendukung operasional fasilitas kesehatan. Akses listrik juga membuka peluang bagi berkembangnya kegiatan ekonomi dan produktivitas masyarakat desa.

Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, mengapresiasi capaian PLN dalam memperluas elektrifikasi di Tanah Papua. Menurutnya, pemerataan akses energi merupakan bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.

"Kami mengapresiasi capaian PLN yang sepanjang 2026 telah melistriki 128 desa di empat provinsi di Tanah Papua. Perluasan akses listrik ini penting karena tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil," ujar Cheroline.

Dengan capaian 128 desa sepanjang 2026, PLN menargetkan perluasan elektrifikasi hingga sedikitnya 199 desa pada 2027. Pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung akan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan listrik di Tanah Papua.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!