SINERGYNEWS.ID, Banyuasin – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menyiapkan dukungan kelistrikan bagi pengembangan kawasan pertanian modern di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Ketersediaan listrik yang andal dibutuhkan untuk menunjang operasional berbagai fasilitas, pemanfaatan teknologi, hingga mekanisasi pertanian. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kelancaran aktivitas di kawasan pertanian tersebut.
Dalam rencana pengembangan kawasan, sejumlah fasilitas membutuhkan pasokan listrik dengan kapasitas berbeda. Fasilitas tersebut meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertanian dengan kebutuhan daya hingga 10 kVA, gudang pupuk dan sarana produksi, serta kantor operasional dan screen house yang masing-masing direncanakan membutuhkan daya 10 kVA.
Selain itu, bengkel mekanisasi pertanian dan area manufaktur diperkirakan membutuhkan daya sebesar 150 kVA.
PLN Lakukan Survei dan Perencanaan Teknis
Untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut, PLN UP3 Palembang akan melakukan survei teknis di lokasi. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kondisi jaringan listrik, memetakan kebutuhan daya setiap fasilitas, serta menyusun rekomendasi pengembangan jaringan dan kapasitas transformator.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan bahwa PLN berupaya memastikan kebutuhan listrik untuk kegiatan produktif masyarakat dapat direncanakan secara tepat.
“Listrik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor pertanian. Ketika kebutuhan energinya dipersiapkan dengan baik, proses produksi, mekanisasi, dan pengelolaan kawasan diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Diksi.
Ia menegaskan, dukungan kelistrikan bagi kawasan pertanian tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas masyarakat.
“Kami tidak hanya melihat listrik sebagai kebutuhan teknis, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung produktivitas. Harapannya, ketika infrastruktur kelistrikan siap, masyarakat dan pelaku sektor pertanian memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang,” lanjutnya.
Manager PLN UP3 Palembang, Arif Azanny, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian Pertanian menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan kelistrikan kawasan secara menyeluruh.
Menurutnya, survei dan perencanaan diperlukan agar kapasitas pasokan listrik dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.
“Survei dan perencanaan teknis menjadi penting agar kebutuhan setiap fasilitas dapat dilayani dengan tepat. Kami akan melihat kondisi jaringan, kebutuhan daya, serta langkah pengembangan yang diperlukan agar layanan listrik nantinya sesuai kebutuhan kawasan,” kata Arif.
Ia menambahkan, rencana pengembangan jaringan akan melalui evaluasi teknis dengan mempertimbangkan keandalan sistem, keselamatan, dan ketentuan yang berlaku.
Melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan para pemangku kepentingan, PLN UP3 Palembang berupaya menyiapkan infrastruktur kelistrikan yang dapat mendukung pengembangan kawasan pertanian modern di Banyuasin.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.