SINERGYNEWS.ID, Aceh Tengah – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, berhasil mencapai tahap First Synchronization atau sinkronisasi pertama dengan sistem kelistrikan pada 31 Oktober 2026.
Unit 1 pembangkit tersebut memiliki kapasitas terpasang 22,5 megawatt (MW) dan mencatat beban awal sebesar 1,21 MW saat proses sinkronisasi. Pencapaian ini menjadi tahapan penting dalam penyelesaian proyek pembangkit listrik tenaga air yang telah diinisiasi sejak 1995.
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) mengawal proses pembangunan hingga pelaksanaan sinkronisasi tersebut. Informasi pencapaian ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @pln.uipsumbagut dan dikutip pada Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan informasi perusahaan, First Synchronization Unit 1 dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026) pukul 23.34 WIB. Tahapan ini merupakan bagian dari rangkaian pengujian teknis sebelum pembangkit memasuki tahap pengoperasian.
PLTA Peusangan memiliki kapasitas keseluruhan sebesar 2 × 22,5 MW atau total 45 MW. Pembangunan proyek tersebut dikawal PLN UIP Sumbagut melalui Unit Pelaksana Pembangunan (UPP) Sumatera Bagian Utara 2.
Proyek PLTA Peusangan Dimulai Sejak 1995
Keberhasilan sinkronisasi Unit 1 menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang pembangunan PLTA Peusangan. Proyek yang telah dimulai sejak 1995 tersebut membutuhkan waktu sekitar 31 tahun hingga mencapai tahapan sinkronisasi pertama.
PLN UIP Sumbagut menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama insan PLN bersama berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Sinkronisasi pertama juga menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan teknis pembangkit sebelum melanjutkan proses pengujian dan tahapan menuju operasi komersial.
Perkuat Pasokan Listrik dan Pengembangan Energi Bersih
Pengembangan PLTA Peusangan menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkuat kapasitas pembangkit sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih di Indonesia.
Dengan memanfaatkan tenaga air sebagai sumber energi primer, pembangkit ini diharapkan dapat mendukung penyediaan listrik yang lebih berkelanjutan serta memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Sumatera.
Pencapaian tersebut juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dan mendukung transisi energi nasional, termasuk dalam momentum peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.