Jumat, 06 November 2026

PGE Bidik 1 Gigawatt Kapasitas Terpasang, Catat Produksi Listrik 4.114 GWh hingga September 2026

Foto: Direktur Utama PGE
Foto: Direktur Utama PGE

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid hingga 30 September 2026. Di tengah volatilitas pasar, perusahaan mencatat produksi listrik sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh), dengan pendapatan mencapai USD 352,20 juta.

Capaian tersebut turut ditopang oleh EBITDA sebesar USD 287,77 juta dan laba bersih senilai USD 126,62 juta. Kinerja ini mencerminkan kemampuan PGE menjaga stabilitas operasional dan profitabilitas di tengah dinamika pasar energi global.

Dari sisi operasional, total produksi listrik sebesar 4.114 GWh mencakup energi yang dihasilkan melalui kegiatan operasi sendiri (own operations) maupun kontrak operasi bersama (joint operation contract). Produksi tersebut berasal dari wilayah kerja panas bumi yang dikelola PGE.

Sementara itu, pendapatan dan EBITDA perusahaan didukung oleh stabilitas kontrak penjualan uap dan listrik jangka panjang. Skema kontrak tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang ketahanan finansial perusahaan ketika menghadapi fluktuasi pasar.

PGE juga membukukan laba bersih sebesar USD 126,62 juta. Angka tersebut menunjukkan perusahaan mampu mempertahankan profitabilitas dengan dukungan pengelolaan operasional dan efisiensi bisnis.

Di luar capaian operasional dan keuangan, PGE turut menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemenuhan ketentuan free float atau porsi saham yang dimiliki publik sesuai regulasi pasar modal.

Pemenuhan ketentuan free float menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga transparansi dan mendukung likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan capaian tersebut, PGE menegaskan ambisinya untuk membawa industri panas bumi Indonesia menuju posisi terdepan di dunia. Kinerja hingga kuartal III 2026 menjadi salah satu indikator kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung pengembangan energi panas bumi nasional.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!