Kamis, 05 November 2026

Kilang Plaju Perkuat Model Optimasi untuk Jaga Pasokan BBM dan Profitabilitas

Foto: PPN Kilang Plaju
Foto: PPN Kilang Plaju

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Palembang – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju memperkuat keandalan operasional kilang melalui penyempurnaan model perencanaan pengolahan dan penyaluran minyak. Langkah ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional sekaligus meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk GRTMPS Model Enhancement: Unlocking Refinery Optimization & Profitability yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026.

Penyempurnaan model optimasi dilakukan menyusul pembaruan data hasil pengujian operasional pada unit Fluid Catalytic Cracking (FCC) dan Polypropylene. Data terbaru tersebut perlu diintegrasikan ke dalam model perencanaan agar perhitungan dan strategi pengolahan kilang tetap akurat serta sesuai dengan kondisi operasional terkini.

Kegiatan ini melibatkan fungsi Refinery Business Optimization (RBO) dari berbagai unit kilang, fungsi LPMO Direktorat Optimasi Hilir, serta fungsi Engineering & Development RU Plaju. Forum tersebut difasilitasi oleh Senior Specialist II Linear Programming, Wanti Yosari.

Manager RBO Refinery Unit Plaju, Ery Gunarto, mengatakan kesiapan model optimasi menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan industri pengolahan minyak. Menurutnya, perusahaan dituntut menjaga pasokan energi sekaligus memaksimalkan keuntungan di tengah dinamika pasar.

“Tentunya dengan tantangan besar yang kita hadapi saat ini, di mana kita dituntut untuk selalu menjaga ketersediaan BBM nasional sekaligus memberikan profit yang maksimum bagi perusahaan, kita harus bergerak taktis. Langkah mitigasi yang krusial adalah dengan menyiapkan model-model optimasi yang presisi, responsif, dan adaptif terhadap dinamika pasar,” ujar Ery, Rabu (4/11/2026).

Integrasi Data untuk Optimasi Operasional Kilang

Dalam FGD tersebut, peserta melakukan penyegaran pemahaman mengenai pedoman pembaruan model yang ditetapkan fungsi LPMO. Masing-masing unit kilang juga menyampaikan usulan penyempurnaan model berdasarkan perkembangan dan kebutuhan operasional di lapangan.

Penyelarasan ini diarahkan untuk memastikan model perencanaan mampu merepresentasikan kondisi aktual kilang. Dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi, perusahaan dapat menentukan strategi pengolahan serta penyaluran minyak secara lebih efektif.

Model optimasi tersebut juga menjadi instrumen pendukung pengambilan keputusan, mulai dari penyesuaian proses pengolahan hingga pemanfaatan sumber daya kilang. Hal ini memungkinkan perusahaan merespons perubahan kondisi operasional dan dinamika pasar secara lebih cepat.

Melalui penguatan model perencanaan tersebut, Kilang Plaju berupaya menyeimbangkan keandalan pasokan BBM nasional dengan efisiensi operasional dan pencapaian profitabilitas. Penyempurnaan sistem optimasi menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing industri pengolahan minyak di tengah tantangan sektor energi.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!