SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong penguatan dialog dan kolaborasi masyarakat sebagai upaya menjaga ketertiban, merawat toleransi, serta mencegah konflik di tengah kehidupan demokrasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kapolri dengan jajaran PP Muhammadiyah. Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya melanjutkan kerja sama kedua pihak yang selama ini telah berjalan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Suyudi mengatakan, tugas Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dilepaskan dari peran organisasi kemasyarakatan. Muhammadiyah, menurut dia, memiliki peran penting melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Amar makruf nahi mungkar, bagaimana kita menebar kebaikan dan juga mencegah terjadi kejahatan. Ini adalah semangat yang digelorakan antara kami dan Muhammadiyah, dan ini akan kami lanjutkan,” ujar Suyudi.
Keamanan Tidak Hanya Bergantung pada Penegakan Hukum
Kapolri menilai upaya menjaga keamanan tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum. Pendekatan yang membangun kedekatan dengan masyarakat, memberikan edukasi, dan memperkuat toleransi juga diperlukan untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai.
Sebagai tindak lanjut, Polri dan Muhammadiyah berencana menyinergikan sejumlah kegiatan di lapangan. Program yang akan dikolaborasikan antara lain salat Subuh berjemaah, salat Jumat keliling, program Minggu Kasih, hingga kegiatan di tempat ibadah agama lain.
Melalui kegiatan tersebut, kedua pihak ingin memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong sikap saling menghormati di tengah keberagaman.
“Kita harus bahu-membahu menciptakan rasa toleransi antarumat beragama di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi negara yang baik, saling menghargai, saling toleransi, sehingga situasi kamtibmas juga akan kondusif,” kata Suyudi.

Muhammadiyah Tekankan Kebebasan Berpendapat dan Tanggung Jawab
Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan aspirasi dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Haedar, penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketertiban dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik maupun kerusakan.
Pandangan tersebut menempatkan dialog sebagai salah satu cara untuk mengelola perbedaan pandangan. Aspirasi masyarakat perlu memperoleh ruang, sementara berbagai persoalan dapat dibahas melalui komunikasi dan pencarian solusi bersama.
Lanjutkan Kerja Sama untuk Mencegah Gangguan Kamtibmas
Suyudi menegaskan, Polri akan melanjutkan komunikasi dan kerja sama dengan Muhammadiyah yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Ia juga meminta dukungan organisasi tersebut dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Dan tentunya kami melanjutkan apa yang sudah dikomunikasikan, dikerjasamakan selama ini dari pimpinan yang sebelumnya. Kami sebagai pimpinan Polri yang baru, kami bersilaturahmi hari ini, kami juga memohon dukungan yang sama,” ujar Suyudi.
Kolaborasi Polri dan Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat edukasi masyarakat, mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Di tengah dinamika kehidupan demokrasi, ruang dialog dan komunikasi dinilai penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik, tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.