Kamis, 05 November 2026

Dony Oskaria Nilai Huntara Senen Beri Hunian Lebih Layak bagi Warga Bantaran Rel

Chief Operating Officer Danantara
Chief Operating Officer Danantara

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai Hunian Sementara (Huntara) Senen di Jakarta Pusat memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik bagi warga yang sebelumnya bermukim di bantaran rel kereta api.

Penilaian tersebut disampaikan Dony saat meninjau kawasan Huntara Senen bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, Selasa (3/11/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi hunian setelah ditempati warga selama sekitar empat bulan.

Dony menyebut warga memberikan respons positif terhadap fasilitas dan lingkungan yang tersedia. Ia menilai pembangunan Huntara merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan sejumlah perusahaan BUMN, termasuk PT KAI dan perusahaan konstruksi Karya.

“Ini kan hasilnya sangat bagus, ya, mereka puas, happy, dan tentu saja ini berkat daripada kepedulian Bapak Presiden kita, Bapak Presiden Prabowo,” kata Dony.

Menurutnya, keberadaan BUMN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang layak.

Fasilitas Hunian dan Rencana Penambahan Sarana Publik

Saat meninjau kawasan tersebut, Dony melihat sejumlah fasilitas yang telah tersedia, antara lain masjid, ruang keluarga, serta ruang berkumpul bagi penghuni.

Ia mengatakan penyediaan hunian tidak cukup hanya berfokus pada bangunan, tetapi juga perlu memperhatikan fasilitas pendukung agar warga dapat menjalani kehidupan sosial yang lebih baik.

“Kita ingin menyediakan perumahan yang baik tentunya untuk saudara-saudara kita, dan termasuk juga fasilitas yang disediakan,” ujarnya.

Dony secara khusus menyoroti kebutuhan anak-anak terhadap lingkungan yang sehat dan ruang untuk beraktivitas. Karena itu, pihaknya mempertimbangkan penambahan fasilitas publik, termasuk lapangan mini soccer.

Menurut dia, lingkungan yang mendukung aktivitas dan interaksi sosial dapat membantu anak-anak tumbuh serta bersosialisasi dengan lebih baik.

Drainase Huntara Menjadi Perhatian

Di tengah peninjauan, Dony juga meminta tim dari perusahaan Karya memeriksa saluran drainase dan sistem pembuangan air di kawasan Huntara Senen.

Permintaan tersebut menyusul masukan warga yang menyampaikan bahwa air dapat masuk ke lingkungan hunian ketika hujan turun.

“Nanti, tentu akan ada tim dari Karya yang melakukan pengecekan di sini. Saya sudah minta tim Karya untuk melakukan identifikasi di sini, pembuangan airnya seperti apa,” tutur Dony.

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari evaluasi fasilitas agar persoalan teknis yang dirasakan penghuni dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

Huntara Senen Berkapasitas 250 Unit

Huntara Senen memiliki kapasitas sebanyak 250 unit. Dari jumlah tersebut, 69 unit telah ditempati warga.

Dony mengungkapkan pemerintah bersama BUMN juga tengah melakukan pendataan terhadap warga yang masih tinggal di bantaran rel di sejumlah lokasi. Pendataan tersebut menjadi salah satu dasar untuk mempertimbangkan kemungkinan relokasi ke hunian sementara yang tersedia.

Ia berharap penataan kawasan dan peningkatan fasilitas dapat terus dilakukan sehingga Huntara Senen dapat menjadi contoh lingkungan permukiman yang sehat dan layak bagi masyarakat.

“Mereka bisa bersosialisasi dengan sehat di lingkungan yang sehat. Harapannya, tentu mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan kuat. Itu masa depan bangsa kita,” pungkas Dony.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!