SINERGYNEWS.ID, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyepakati rencana pasokan liquefied natural gas (LNG) dari Proyek Abadi LNG, Blok Masela, sebesar 775 triliun British thermal unit (TBTU) selama 15 tahun sejak proyek tersebut mulai beroperasi secara komersial.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari tujuh dokumen komersial yang ditandatangani PGN dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemasok hulu migas merupakan langkah perusahaan untuk memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi bagi pelanggan.
“Kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian penting dari upaya PGN dalam memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi. Melalui kerja sama ini, PGN terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio pasokan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” ujar Arief.
Kerja sama LNG Abadi Masela merupakan tindak lanjut dari Heads of Agreement (HOA) dan Key Term Sheet yang sebelumnya disepakati PGN bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Proyek Masela dalam IPA Convex 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026.
Pasokan dari proyek tersebut direncanakan menjadi salah satu sumber LNG domestik jangka panjang bagi PGN. Pelaksanaannya akan mengikuti perkembangan proyek dan kesiapan operasional hingga memasuki tahap produksi komersial.
PGN Perluas Portofolio Pasokan LNG dan Gas Pipa
Selain kesepakatan dengan Proyek Abadi Masela, PGN menandatangani dua LNG Sales and Purchase Agreement (SPA) lainnya. Keduanya mencakup kerja sama dengan South Hub untuk periode pengiriman mulai 2027 dan North Hub mulai 2029.
Di sisi pasokan gas melalui jaringan pipa, PGN juga menandatangani tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan EMP Bentu, Medco Sakakemang B.V., dan PEP Sengeti. Perusahaan turut melakukan amandemen PJBG dengan Medco South Sumatera (Medco SS).
PJBG dengan EMP Bentu mencakup pasokan gas hingga sekitar 4 BBTUD. Sementara itu, kerja sama dengan Medco Sakakemang B.V. mencakup volume hingga sekitar 38 BBTUD mulai 2027.
Adapun kesepakatan dengan PEP Sengeti mencakup pasokan hingga 5,7 MMSCFD yang direncanakan mulai 2028. Sedangkan Amandemen III PJBG dengan Medco SS mencakup volume sebesar 15 BBTUD.
Kombinasi Gas Pipa dan LNG untuk Kebutuhan Pelanggan
Arief mengatakan, penguatan portofolio melalui kombinasi pasokan gas pipa dan LNG diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas PGN dalam mengelola ketersediaan gas bumi.
Strategi tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengantisipasi dinamika pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor, termasuk industri, komersial, dan kelistrikan.
Melalui rangkaian kesepakatan komersial tersebut, PGN memperluas sumber pasokan gas bumi untuk mendukung keberlanjutan layanan. Pasokan LNG dari Proyek Abadi Masela menjadi salah satu bagian dari rencana pemenuhan kebutuhan gas domestik dalam jangka panjang, sejalan dengan perkembangan proyek dan kesiapan operasionalnya.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.