Jumat, 06 November 2026

Malaysia Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pasokan Regional Meningkat

Foto.Dok. SPBU Petronas
Foto.Dok. SPBU Petronas

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk periode 5–11 November 2026. Kebijakan ini dipengaruhi peningkatan pasokan bahan bakar olahan di pasar regional serta penurunan harga minyak mentah Brent pada akhir periode penghitungan.

Harga bensin RON97 dipangkas 20 sen menjadi RM4,70 per liter. Sementara itu, solar nonsubsidi turun 15 sen menjadi RM5,12 per liter.

Penyesuaian juga berlaku untuk bensin RON95 nonsubsidi yang turun 15 sen menjadi RM4,27 per liter, dari sebelumnya RM4,42 per liter.

Kementerian Keuangan Malaysia menyebut peningkatan pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan solar di Singapura, turut memberikan tekanan terhadap harga di pasar regional.

“Pasar minyak regional menunjukkan tanda-tanda moderasi seiring dengan meningkatnya pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan solar di Singapura yang menjadi salah satu acuan pasar dalam penetapan harga minyak bumi di Malaysia,” demikian pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia, Kamis (5/11/2026).

Penurunan Harga Mengacu Mekanisme Otomatis

Penyesuaian harga BBM di Malaysia dilakukan berdasarkan Automatic Pricing Mechanism (APM), yaitu formula penetapan harga otomatis yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dan kondisi pasar.

Selain peningkatan pasokan regional, penurunan harga minyak mentah Brent pada akhir periode penghitungan turut menjadi faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Meski demikian, pemerintah Malaysia tetap mewaspadai ketidakpastian geopolitik di Asia Barat yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia.

Harga BBM Bersubsidi Tetap Dipertahankan

Di tengah penurunan harga BBM nonsubsidi, pemerintah Malaysia tidak mengubah harga BBM bersubsidi melalui program BUDI MADANI.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan masih dapat membeli bensin RON95 dengan harga RM1,99 per liter, jauh di bawah harga nonsubsidi sebesar RM4,27 per liter.

Hal serupa berlaku untuk solar bersubsidi yang dipertahankan pada harga RM2,10 per liter, dibandingkan harga nonsubsidi sebesar RM5,12 per liter.

Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kecukupan pasokan energi nasional.

“Pemerintah MADANI akan terus menerapkan pendekatan yang bijaksana untuk melindungi masyarakat dari fluktuasi harga, sekaligus memastikan pasokan BBM nasional tetap mencukupi dan terjamin,” demikian pernyataan kementerian.

Harga BBM Pertamina Belum Berubah pada November

Sementara itu, di Indonesia, harga BBM PT Pertamina (Persero) pada November 2026 masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026.

Harga BBM bersubsidi tetap berada pada Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Biosolar.

Adapun harga BBM nonsubsidi Pertamina masih dibanderol Rp15.950 per liter untuk Pertamax, Rp19.600 per liter untuk Pertamax Turbo, Rp19.150 per liter untuk Pertamax Green 95, Rp23.700 per liter untuk Dexlite, serta Rp25.200 per liter untuk Pertamina Dex.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah terus mengevaluasi berbagai faktor sebelum mengambil keputusan terkait harga BBM.

Menurut Laode, evaluasi tidak hanya mempertimbangkan dinamika pasar global, tetapi juga kondisi di dalam negeri.

“Terus, terus kita evaluasi ya. Tentu parameternya banyak, bukan hanya masalah dinamika global tetapi juga masalah-masalah lain seperti kondisi di dalam negeri, ya,” kata Laode di Kantor Kementerian ESDM, Senin (2/11/2026).

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Indonesia dilakukan secara berkala setiap tanggal 1. Mekanismenya mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Perbedaan kebijakan harga antara Malaysia dan Indonesia menunjukkan bahwa penyesuaian harga BBM tidak hanya dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia, tetapi juga mekanisme penetapan harga, kondisi pasokan, serta kebijakan perlindungan konsumen di masing-masing negara.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!