SINERGYNEWS.ID, Surabaya – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendorong mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) untuk mengambil peran dalam menyiapkan masa depan sektor energi nasional melalui penguatan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Dorongan tersebut disampaikan dalam program Upstream Youth Champs (UYC) 2026 yang diselenggarakan PHE bersama Universitas Airlangga. Mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi”, kegiatan ini mempertemukan perspektif industri hulu minyak dan gas bumi (migas), akademisi, serta pengembangan diri generasi muda.
Head of Commrel & CID Zona 11 Subholding Upstream Pertamina, Wazirul Luthfi, mengatakan keterlibatan talenta muda dari berbagai latar belakang keilmuan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor energi Indonesia.
Menurutnya, masa depan industri energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mengembangkannya.
"Masa depan energi Indonesia bukan hanya ditentukan oleh sumber daya yang ada di dalam bumi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya," ujar Wazirul dalam keterangannya di Surabaya, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, tantangan industri hulu migas semakin kompleks sehingga membutuhkan perspektif baru, inovasi, serta kemampuan berkolaborasi dari berbagai disiplin ilmu.
Wazirul juga menilai mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari generasi penerus yang akan menentukan arah perkembangan industri energi nasional.
"Besar kemungkinan, orang-orang yang akan melanjutkan estafet perjalanan energi ini sedang duduk di ruangan ini hari ini," katanya.
Kompetensi Lintas Disiplin Jadi Kebutuhan Industri Energi
Lebih lanjut, Wazirul menekankan bahwa menjawab tantangan energi Indonesia membutuhkan kemampuan yang melampaui penguasaan teori di ruang perkuliahan.
Mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan secara menyeluruh, membangun kolaborasi, serta menerapkan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan solusi nyata.
Menurutnya, pendekatan lintas disiplin menjadi semakin relevan karena industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis eksplorasi dan produksi, tetapi juga melibatkan teknologi, pengelolaan bisnis, lingkungan, serta berbagai bidang keilmuan lainnya.
Melalui UYC 2026, mahasiswa diajak mengenali peran strategis PHE, memahami tantangan sektor energi nasional, dan melihat keterkaitan antara kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
Perkenalkan Peran Strategis PHE dalam Industri Hulu Migas
Dalam kegiatan tersebut, PHE turut memperkenalkan ruang lingkup operasional perusahaan sebagai Subholding Upstream Pertamina yang menjalankan rangkaian aktivitas hulu migas, mulai dari eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga produksi minyak dan gas bumi.
Pemahaman mengenai proses tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana industri hulu migas berkontribusi terhadap penyediaan energi nasional.
PHE juga mendorong generasi muda untuk tidak hanya melihat industri energi sebagai ruang pekerjaan, tetapi sebagai sektor strategis yang membutuhkan kontribusi pemikiran, inovasi, dan kemampuan profesional dari berbagai latar belakang pendidikan.
Melalui program Upstream Youth Champs 2026, PHE berupaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri sekaligus mempersiapkan talenta muda yang adaptif dalam menghadapi dinamika sektor energi.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat melahirkan generasi yang mampu mengembangkan potensi diri, menghasilkan inovasi, dan mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan serta ketahanan energi Indonesia.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.