Minggu, 08 November 2026

DEN Tekankan Transisi Energi Bertahap, Potensi Panas Bumi dan Bioenergi Jadi Andalan

Foto: Dr.Ir. Surono, DEA.,IPU
Foto: Dr.Ir. Surono, DEA.,IPU

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Bandar Lampung – Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa transisi energi Indonesia perlu dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan tanpa mengabaikan peran energi fosil yang masih menopang kebutuhan listrik dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota DEN, Surono, dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat (6/11/2026).

Surono menjelaskan bahwa peralihan dari energi fosil menuju energi terbarukan tidak dapat dilakukan secara mendadak. Proses tersebut membutuhkan tahapan yang terencana agar keberlanjutan pasokan energi tetap terjaga sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan sektor industri untuk beradaptasi.

Menurutnya, energi fosil, khususnya batu bara, masih memiliki kontribusi besar terhadap pasokan listrik nasional. Selain itu, sektor pertambangan batu bara juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak pekerja sehingga perubahan kebijakan energi perlu mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi.

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Perlu Dioptimalkan

Meski energi fosil masih berperan dalam sistem energi nasional, Surono menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan harus terus dipercepat. Indonesia memiliki potensi sumber daya energi bersih yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi.

Salah satu potensi strategis tersebut adalah energi panas bumi. Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW) yang dapat menjadi sumber energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Selain panas bumi, pengembangan bioenergi juga dinilai memiliki peluang besar, termasuk di Provinsi Lampung. Potensi sumber daya lokal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung diversifikasi energi dan memperkuat ketahanan energi daerah.

Surono menilai optimalisasi potensi energi terbarukan perlu didukung perencanaan dan kebijakan yang tepat agar sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mitigasi Perubahan Iklim dan Kedaulatan Energi

Lebih lanjut, Surono menjelaskan bahwa pelaksanaan transisi energi memiliki dua agenda utama. Pertama, melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim akibat peningkatan emisi dari penggunaan bahan bakar fosil.

Kedua, mempersiapkan Indonesia menuju ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi. Agenda tersebut membutuhkan penguatan sumber energi domestik, diversifikasi pasokan, serta pemanfaatan potensi energi terbarukan secara optimal.

Menurutnya, kedua aspek tersebut merupakan bagian strategis yang harus berjalan beriringan dalam menentukan arah kebijakan energi nasional.

Sosialisasi Kebijakan Energi Perkuat Kolaborasi Daerah

Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung juga menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai arah kebijakan energi nasional, isu strategis ketahanan energi, serta penguatan cadangan energi nasional.

Melalui kegiatan tersebut, DEN mendorong keterlibatan kalangan akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendukung implementasi kebijakan energi, termasuk mengidentifikasi potensi dan peluang pengembangan energi di daerah.

Surono menegaskan bahwa DEN memiliki mandat untuk bertanggung jawab atas kebijakan energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang. Oleh karena itu, penyebarluasan informasi dan pemahaman mengenai sektor energi menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan kebijakan tersebut.

Dengan pendekatan transisi yang bertahap, penguatan energi domestik, dan optimalisasi sumber energi terbarukan, Indonesia diharapkan mampu membangun sistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, serta berdaulat dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!