Minggu, 08 November 2026

PLN Electric Run 2026 Libatkan 8.000 Pelari, Kampanyekan Transisi Energi dan Gaya Hidup Sehat

Foto:PLN Electric Run 2026
Foto:PLN Electric Run 2026

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Tangerang – PT PLN (Persero) mengintegrasikan kampanye transisi energi bersih, kepedulian lingkungan, dan gaya hidup sehat melalui penyelenggaraan PLN Electric Run 2026. Mengusung tema “Powering Our Green Future”, ajang lari tahunan ini melibatkan 8.000 peserta dan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Minggu (8/11/2026).

Tidak sekadar menjadi ajang olahraga, PLN Electric Run 2026 dirancang sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung transisi energi. Melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, PLN ingin mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat sekaligus lebih ramah lingkungan.

Executive Vice President Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal N, yang mewakili Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy, mengatakan tema tahun ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mengajak masyarakat berkolaborasi dalam menciptakan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

"Sesuai dengan tema PLN Electric Run 2026, Powering Our Green Future, melalui event lari ini kami ingin mengajak masyarakat untuk berkontribusi dan berkolaborasi. Tentunya, melalui event lari ini, kami berharap kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Ini menjadi momentum bagi kita semua. Harapannya, setelah mengikuti event ini, masyarakat juga dapat membiasakan pola hidup sehat dalam keseharian sekaligus turut mengurangi emisi," ujar Nayusrizal dalam konferensi pers PLN Electric Run 2026 di Senayan Park, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, PLN menghadirkan tiga kategori perlombaan, yakni Half Marathon 21K, Star Energy Geothermal 10K, dan MCI 5K. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelari rekreasional hingga peserta yang ingin berkompetisi secara profesional.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, seluruh lintasan telah melalui pengukuran yang mengacu pada standar Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Selain itu, PLN menyediakan total hadiah podium sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta berprestasi.

PLN juga menyiapkan satu unit mobil listrik bagi pelari yang berhasil memecahkan rekor nasional Half Marathon. Insentif ini sekaligus memperkuat pesan pemanfaatan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi di sektor transportasi.

Integrasikan Konsep Net Zero Emissions

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa PLN Electric Run menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk semakin dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, tanggung jawab PLN tidak hanya mencakup penyediaan infrastruktur dan layanan ketenagalistrikan, tetapi juga memastikan berbagai aktivitas perusahaan memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Ia menambahkan bahwa transformasi sektor energi menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam pengembangan sistem ketenagalistrikan dan percepatan transisi energi. Salah satu sasaran jangka panjang yang terus diupayakan adalah pencapaian Net Zero Emissions pada 2060.

“PLN memang selama ini dikenal sebagai perusahaan di bidang teknik. Namun, di era sekarang, PLN harus semakin dekat dengan masyarakat. Apa yang kami upayakan dari hulu ke hilir pada akhirnya adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tantangannya memang tidak mudah, mulai dari aspek sistem dan teknis, termasuk transisi energi dan pencapaian target net zero emissions pada 2060. Namun, semua itu terus kami kerjakan secara bertahap,” ujar Gregorius.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN kembali menerapkan konsep Net Zero Emissions dalam penyelenggaraan Electric Run 2026. Salah satu langkahnya dilakukan melalui pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) untuk memenuhi kebutuhan energi selama acara berlangsung.

REC merupakan instrumen yang merepresentasikan penggunaan listrik dari sumber energi terbarukan. Pemanfaatannya menjadi sarana untuk memperkenalkan penggunaan energi bersih kepada masyarakat melalui kegiatan publik.

Selain itu, PLN melakukan penghitungan dan pengimbangan emisi karbon (carbon offset) dengan memperhitungkan berbagai sumber emisi, termasuk penggunaan kendaraan, konsumsi energi, serta aktivitas peserta selama acara.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya mengurangi emisi tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi pembangkit listrik, tetapi juga membutuhkan pengelolaan aktivitas dan pola konsumsi energi masyarakat.

Salurkan Enam Motor Listrik untuk Organisasi Sosial

PLN Electric Run 2026 juga mengintegrasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dalam penyelenggaraan kali ini, PLN menyiapkan enam unit motor listrik untuk disalurkan kepada organisasi nonpemerintah (non-governmental organization/NGO).

Organisasi penerima bantuan tersebut bergerak dalam bidang perlindungan, pendampingan, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi mantan pekerja migran perempuan.

Dukungan kendaraan listrik diharapkan dapat menunjang mobilitas dan kegiatan operasional organisasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, keterlibatan PLN Icon Plus turut memperkuat aspek digitalisasi dalam penyelenggaraan kegiatan. Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan diarahkan untuk memperluas pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sekaligus mendekatkan layanan digital kepada pelanggan.

Menurut Joice, kegiatan olahraga dengan ribuan peserta menjadi kesempatan untuk memperkenalkan layanan digital PLN sekaligus membangun ekosistem yang mendukung gaya hidup berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mengampanyekan penggunaan PLN Mobile dan mendekatkan aplikasi tersebut kepada pelanggan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membangun sebuah ekosistem baru yang mendukung konsep green, memberikan kontribusi bagi perekonomian sekitar, serta membudayakan masyarakat agar lebih aktif, peduli terhadap kesehatan, dan menerapkan gaya hidup yang lebih positif,” tutur Joice.

Dukungan terhadap kampanye transisi energi juga disampaikan Tim Relation MCI Renewables, Junio Ananda Mahendra. Ia menilai peningkatan kesadaran publik menjadi bagian penting dalam mempercepat perubahan menuju penggunaan energi bersih di Indonesia.

Menurutnya, transisi energi membutuhkan keterlibatan kolektif berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan pelaku industri, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna energi.

Melalui PLN Electric Run 2026, PLN berupaya menggabungkan olahraga, edukasi lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, dan pemberdayaan sosial dalam satu kegiatan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas partisipasi publik dalam mendukung transisi energi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!