Minggu, 08 November 2026

DEN Perkuat Ekosistem Biomassa untuk Percepat Transisi Energi dan Kemandirian Nasional

Foto.Dok. MEBI
Foto.Dok. MEBI

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong penguatan pemanfaatan biomassa sebagai salah satu pilar dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Optimalisasi potensi biomassa dinilai membutuhkan dukungan kebijakan yang terintegrasi, kepastian tata niaga, standardisasi kualitas, serta penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Dorongan tersebut mengemuka dalam rangkaian kolaborasi DEN dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI), termasuk melalui audiensi pada 25 Mei 2026 di Kantor DEN, Jakarta, serta diskusi panel dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MEBI 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3–4 November 2026.

Dalam audiensi tersebut, MEBI menyampaikan perkembangan dan tantangan pengembangan biomassa nasional, mulai dari pemanfaatan untuk pembangkit listrik melalui program cofiring, kebutuhan energi sektor industri, pengembangan biomassa komunal, hingga perluasan pasar biomassa nasional dan ekspor.

MEBI juga mendorong penguatan kebijakan biomassa lintas sektor, fasilitasi sertifikasi nasional, pengembangan regulasi biomass-to-X, serta pelibatan asosiasi dalam proses perencanaan dan perumusan kebijakan energi nasional.

DEN Dorong Cofiring dan Ekonomi Sirkular Biomassa

Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat ekosistem biomassa nasional. Rekomendasi itu mencakup pengembangan sistem dan manajemen program kompor biomassa yang terintegrasi, penyusunan program ekonomi sirkular biomassa nasional, serta peningkatan implementasi cofiring biomassa hingga 15%.

Pengembangan sumber bahan baku biomassa juga menjadi perhatian, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sektor pembangkit listrik, industri, dan rumah tangga.

Optimalisasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas penggunaan energi terbarukan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, dan berbagai sumber biomassa lainnya.

Dalam diskusi panel Rakernas MEBI pada 4 November 2026, anggota DEN Saleh Abdurrahman kembali menekankan pentingnya pengembangan biomassa untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar. Namun, pemanfaatannya masih membutuhkan penyelesaian sejumlah persoalan mendasar, terutama terkait kepastian harga dan standardisasi produk.

Kepastian harga yang wajar dan berkeadilan diperlukan agar produsen serta pelaku usaha memiliki kepastian dalam menjalankan bisnis, mengembangkan investasi, dan memperluas kapasitas produksi.

Selain itu, standardisasi kualitas perlu diterapkan secara menyeluruh sejak proses produksi di sektor hulu hingga pemanfaatan di sektor hilir. Hal ini penting untuk menjamin mutu, keamanan, serta efisiensi konversi biomassa menjadi energi.

MEBI Perkuat Ekosistem dan Rantai Pasok Biomassa

Penguatan ekosistem biomassa juga menjadi agenda utama dalam Rakernas MEBI 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, MEBI meluncurkan buku referensi berjudul Biomassa Indonesia: Dari Riset Hulu, Teknologi Konversi, hingga Hilirisasi Bisnis Berkelanjutan.

Ketua Umum MEBI, Sumanggar Milton Pakpahan, menjelaskan bahwa buku tersebut disusun dengan pendekatan bahasa yang lebih mudah dipahami agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat umum, kalangan pendidikan tinggi, praktisi, hingga pelaku industri.

Publikasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam memahami perkembangan biomassa nasional, mulai dari potensi sumber daya, teknologi pengolahan, hingga peluang pengembangan bisnis dan hilirisasi.

Pada kesempatan yang sama, MEBI juga mendeklarasikan Forum Pemasok Biomassa Indonesia serta melantik pengurus Koperasi Energi Biomassa Indonesia (KEBI).

Pembentukan kedua wadah tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi pelaku usaha dan pemasok biomassa di berbagai daerah. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat membantu pemetaan potensi bahan baku lokal, menghubungkan pemasok dengan pengguna energi, serta memperkuat keberlanjutan rantai pasok nasional.

Potensi Biomassa Jadi Peluang Ekonomi Daerah

Pengembangan biomassa memiliki keterkaitan erat dengan potensi sumber daya daerah. Limbah pertanian, residu perkebunan, hasil pengelolaan kehutanan, hingga sampah organik dapat dikembangkan menjadi bahan baku energi maupun produk turunan bernilai tambah.

Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan biomassa berpeluang menciptakan kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok energi nasional.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, asosiasi, industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan sektor ini.

Penguatan kebijakan, kepastian pasar, standardisasi produk, dan kesiapan infrastruktur pasokan diharapkan dapat menjadikan biomassa sebagai sumber energi terbarukan yang semakin kompetitif.

Melalui berbagai langkah tersebut, DEN dan MEBI mendorong agar pengembangan biomassa tidak berhenti pada pemanfaatan sebagai bahan bakar alternatif, tetapi berkembang menjadi ekosistem industri yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi daerah, dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!