SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., IPM., ASEAN Eng., menerima penghargaan Distinguished Female Leadership Award in Indonesia's Power Sector dalam ajang Nusantara Electrification Award (NEA) 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan kiprah kepemimpinannya dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional.
Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada sekaligus Dewan Pakar Listrik Indonesia, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., dalam acara NEA 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 30 Oktober 2026.
Penyelenggaraan NEA 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap para pemimpin, pengelola unit PT PLN (Persero), serta perusahaan swasta yang berkontribusi dalam memperluas akses listrik dan mendukung pemerataan elektrifikasi di Indonesia.
Dorong Pemerataan Akses Listrik Nasional
Penghargaan tersebut diberikan di tengah tantangan sektor ketenagalistrikan nasional yang semakin kompleks. Pemerintah menargetkan pencapaian rasio elektrifikasi 100 persen pada 2029, dengan berbagai tantangan mulai dari pemulihan pasokan listrik pascabencana, pemerataan akses listrik di wilayah terpencil, hingga percepatan transisi menuju energi bersih.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, mengapresiasi penyelenggaraan NEA 2026 sebagai bentuk penghargaan bagi insan ketenagalistrikan yang berperan dalam memperluas akses listrik nasional.
Menurutnya, pencapaian target elektrifikasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk insan PLN, inovator, dan mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur serta layanan ketenagalistrikan.
Ia juga menilai penghargaan tersebut perlu menjadi dorongan untuk meningkatkan inovasi, kerja keras, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan penyediaan listrik yang merata dan berkelanjutan.
Rekam Jejak Sripeni di Industri Ketenagalistrikan
Sripeni Inten Cahyani memiliki pengalaman panjang dalam industri energi nasional, khususnya sektor ketenagalistrikan. Sebelum menjabat sebagai anggota DEN, ia telah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan PLN dan anak perusahaannya.
Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 7 Oktober 1968, Sripeni merupakan lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta dan meraih gelar doktor Ilmu Ekonomi Bisnis dari Universitas Trisakti.
Dalam perjalanan kariernya, Sripeni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Indonesia Power dan kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama perusahaan pembangkitan listrik tersebut.
Pada 2019, ia juga mendapat kepercayaan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN. Selain itu, Sripeni pernah mengemban jabatan Direktur Pengadaan Strategis PLN dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan pengelolaan belanja modal, rantai pasok, serta pengadaan infrastruktur ketenagalistrikan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak profesionalnya dalam pengelolaan perusahaan energi dan pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional.
Kepemimpinan Perempuan dalam Transformasi Energi
Penghargaan yang diterima Sripeni turut menyoroti peran kepemimpinan perempuan dalam industri energi, sektor yang memiliki tantangan besar dalam aspek teknologi, investasi, infrastruktur, dan tata kelola.
Keterlibatan perempuan dalam posisi strategis diharapkan dapat memperkuat keberagaman perspektif, kualitas pengambilan keputusan, serta kolaborasi dalam menghadapi perubahan industri energi.
Di tengah agenda pemerataan elektrifikasi dan transisi energi, pengalaman para pemimpin sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu modal penting untuk mendorong pengembangan sistem energi yang andal, inklusif, dan berkelanjutan.
Penghargaan dalam NEA 2026 sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi kepemimpinan perempuan dalam mendukung kemajuan sektor ketenagalistrikan Indonesia.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.