SINERGYNEWS.ID, Jakarta – Pemuda Energi Indonesia (PEI) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam mengembangkan industri panas bumi (geothermal) sebagai baseload (pasokan listrik utama). PEI juga mendukung penuh langkah PGE dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi bersih tersebut untuk menyokong ekspansi bisnis di sektor pusat data hijau (green data center) dan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tanah air.
Ketua Umum Pemuda Energi Indonesia, Erwin Damanik, menegaskan bahwa posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api (Ring of Fire) memberikan keuntungan besar berupa kekayaan energi panas bumi sebagai sumber energi lokal yang melimpah. Menurutnya, langkah PGE yang mengintegrasikan potensi alam dengan kebutuhan infrastruktur digital masa depan merupakan keputusan yang sangat tepat.
"Pemuda Energi Indonesia mendukung penuh komitmen PGE. Panas bumi adalah energi domestik yang bersih dan mampu beroperasi sebagai baseload sepanjang waktu. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok menjadi tulang punggung green data center di Indonesia. Ini adalah momentum 100 tahun perjalanan panas bumi nasional yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mengakselerasi pengembangan kapasitas nasional," ujar Erwin Damanik dalam keterangan resminya di Jakarta.
Dukungan dari PEI ini sejalan dengan langkah nyata PGE yang telah memulai kajian elektrifikasi green data center berbasis panas bumi di Area Kamojang, Jawa Barat, sebagai pilot project sekaligus proof of concept (PoC). Langkah ini merupakan bagian dari strategi Beyond Electricity PGE untuk memvalidasi model bisnis, menjajaki kebutuhan calon pengguna, dan menyiapkan pasar digital.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia saat ini memiliki 235,26 juta pengguna internet dan 185 fasilitas pusat data. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga periode 2029/2030 seiring melonjaknya kebutuhan infrastruktur digital nasional.
Guna memastikan optimalisasi pemanfaatan panas bumi ke data center berjalan lancar, PEI menilai pentingnya dukungan terhadap empat langkah kunci yang telah dipetakan:
- Penyempurnaan regulasi tarif agar lebih kompetitif, transparan, dan dapat diprediksi (predictable).
- Perluasan pemanfaatan insentif fiskal dan pembiayaan hijau (green financing).
- Penguatan sinkronisasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), RUPTL, jaringan, PPA, dan target Commercial Operation Date (COD).
- Penyesuaian strategi dengan kebijakan pemerintah dalam cetak biru (blueprint) pengembangan pusat data sekaligus panas bumi nasional.
Melalui dukungan ini, Pemuda Energi Indonesia optimistis target PGE untuk meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 1 Gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034 dapat tercapai. Sinergi ini diharapkan mampu menyokong agenda swasembada energi pemerintah, merealisasikan alokasi 5,2 GW panas bumi dalam RUPTL, serta mewujudkan komitmen bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen panas bumi terbesar nomor 1 di dunia pada tahun 2030.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.