SINERGYNEWS.ID, Pekanbaru – Universitas Islam Riau (UIR) mendorong mahasiswa mengenal lebih dekat peluang industri panas bumi atau geothermal melalui talkshow yang menghadirkan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yani, pada Jumat (30/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Geothermal Energy for Indonesia’s Sustainable Future: Empowering the Next Generation to Accelerate Geothermal Development in Indonesia” tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa (IATMI SM UIR) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT UIR). Acara berlangsung di Auditorium Gedung H. Rawi Kunin UIR dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi.
Kehadiran Ahmad Yani memiliki nilai tersendiri bagi lingkungan kampus. Ia merupakan alumni Program Studi Teknik Perminyakan UIR tahun 1994 yang kini memimpin perusahaan pengembang energi panas bumi di Indonesia.
Talkshow ini membahas perkembangan industri geothermal, peluang karier dan bisnis, serta peran generasi muda dalam mendukung percepatan pengembangan energi panas bumi nasional.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik UIR, Dr. Ira Herawati, S.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai industri geothermal dan berbagai peluang profesional di dalamnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Ahmad Yani selama dua hari berturut-turut di lingkungan UIR. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung pengembangan kualitas program studi.
Dalam pemaparannya, Ahmad Yani menjelaskan bahwa panas bumi merupakan salah satu sumber daya strategis Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Ia menyoroti potensi panas bumi Indonesia yang mencapai sekitar 24 gigawatt (GW). Namun, pemanfaatannya masih berada di kisaran 11 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan industri geothermal di masa mendatang.
Ahmad Yani juga mengajak mahasiswa untuk melihat sektor panas bumi tidak hanya sebagai pilihan karier, tetapi sebagai ruang kontribusi bagi pembangunan energi nasional.
“Geothermal is more than a job. It’s a chance for your generation to create real impact for a cleaner, stronger, and brighter Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam presentasinya.
Diskusi berlangsung dengan dipandu dua moderator, yakni Farhan Abrar dari HIPMI PT UIR dan Radja Austhien Saferna dari IATMI SM UIR. Keduanya mengarahkan pembahasan mengenai potensi industri, kebutuhan kompetensi, serta kesempatan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan energi panas bumi.
Melalui kegiatan ini, UIR berharap mahasiswa semakin memahami prospek industri energi terbarukan dan memiliki kesiapan kompetensi untuk memasuki dunia profesional. Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan pelaku industri juga diharapkan dapat memperkuat hubungan pendidikan dengan kebutuhan sektor energi nasional.
Besarnya potensi panas bumi Indonesia menjadi peluang yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.