Minggu, 08 November 2026

PHR Hadirkan Akses Air Bersih bagi Warga Desa Pinggir, 25 Warga Rasakan Manfaatnya

Foto: Dok. Pertamina Hulu Rokan
Foto: Dok. Pertamina Hulu Rokan

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Bengkalis – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat Dusun Kayu Kapur, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, melalui Program Air Bersih untuk Kehidupan. Program ini membantu masyarakat memperoleh sumber air bersih langsung dari rumah sekaligus mendorong kemandirian warga dalam mengelola fasilitas secara berkelanjutan.

Sebelum program tersebut berjalan, masyarakat di RT 03 dan RT 04 menghadapi keterbatasan akses air bersih. Ketika musim hujan, warga mengandalkan air tampungan, sementara saat kemarau persediaan air semakin menipis. Sebagian masyarakat bahkan harus membeli air dari penjual keliling atau mencari sumber air di sekitar tempat tinggal.

Kondisi tersebut turut dirasakan Riyanti, warga Dusun Kayu Kapur yang memiliki bayi baru lahir dan membutuhkan ketersediaan air bersih setiap hari. Kehadiran program yang merupakan inisiatif Community Involvement and Development (CID) PHR itu membawa perubahan bagi kehidupan keluarganya dan masyarakat sekitar.

Tidak hanya menjadi penerima manfaat, Riyanti juga terlibat aktif dalam pelaksanaan program. Ia membantu urusan administrasi, mengoordinasikan warga, serta menghibahkan sekitar tiga meter persegi tanah miliknya untuk lokasi pembangunan fasilitas air bersih.

“Saya merasa bersyukur dengan adanya program air bersih ini karena sangat bermanfaat bagi saya dan masyarakat sekitar,” ujar Riyanti, Jumat (6/11/2026).

Program ini bermula dari hasil musyawarah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Pinggir yang kemudian diajukan kepada PHR pada 2025. Tim CID PHR melakukan peninjauan lokasi pada November 2025, dilanjutkan dengan asesmen bersama perangkat desa pada Maret 2026.

Pada April 2026, sebanyak 25 perwakilan calon penerima manfaat menyepakati kontribusi swadaya untuk pemasangan jaringan pipa menuju rumah masing-masing. Tahap pengeboran yang dilaksanakan pada Mei 2026 kemudian menghasilkan sumber air jernih dengan debit yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain membangun infrastruktur, PHR juga memberikan pendampingan agar masyarakat mampu mengelola fasilitas secara mandiri. Pada Juni 2026, warga mengikuti Workshop Pipanisasi Air Bersih ke Rumah Tangga yang membahas teknik pemasangan dan pemeliharaan jaringan pipa, pembentukan kelompok pengelola, serta manajemen swakelola.

Pendampingan berlanjut pada Oktober 2026 melalui Pelatihan Hidup Bersih, Sehat, dan Kebersihan Lingkungan. Kegiatan tersebut mencakup edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk praktik mencuci tangan dengan benar.

Pada bulan yang sama, fasilitas air bersih secara resmi diserahterimakan kepada kelompok pengelola dan masyarakat penerima manfaat untuk dikelola dengan pendampingan pemerintah desa.

Kini, sebanyak 25 penerima manfaat langsung di Desa Pinggir dapat menikmati akses air bersih yang mengalir langsung ke rumah. Masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada air hujan maupun harus mencari dan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perwakilan BPD Desa Pinggir, Lasimin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dikelola bersama agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Mewakili masyarakat Desa Pinggir, kami sangat bersyukur atas hadirnya program air bersih ini,” ujarnya.

Melalui program ini, PHR memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pelaksanaannya melibatkan Dompet Dhuafa, Pemerintah Desa Pinggir, BPD, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun fasilitas publik yang tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memperkuat partisipasi dan kemandirian warga.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHR mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan sejak 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Wilayah operasi seluas sekitar 6.200 kilometer persegi tersebut mencakup tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Selain menjalankan kegiatan produksi minyak dan gas bumi, PHR juga melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat, dan lingkungan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan rilis publikasi dan sepenuhnya tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!