Emas Eks Jampidsus Hanyalah Puncak Gunung Es dari Dugaan Praktik Korupsi yang Mengakar
Kasus temuan emas eks Jampidsus membuktikan korupsi di Indonesia adalah ekosistem yang mengakar akibat monopoli wewenang tanpa pengawasan. Negara harus berhenti reaktif dan segera mereformasi sistem pencegahan korupsi secara transparan agar tak muncul koruptor baru kelak.
Gelut Dinosaurus vs Dinosaurus dan Aroma Rivalitas Polri-Kejaksaan: Kira-Kira Siapa Pemenang dan Siapa Wasitnya?
Analisis hukum prahara eks Jampidsus membedah benturan asas dominus litis Polri-Kejaksaan, batas konstitusional pelibatan TNI di ranah sipil, serta melemahnya fungsi KPK sebagai trigger mechanism dalam mencegah ego sektoral penegak hukum.
Kalau Aku Mengutuk LGBT, Apakah Aku Sok Suci?
Artikel ini mengajak pembaca merefleksikan motivasi moral dalam merespons isu LGBT. Penulis mengingatkan agar keyakinan pribadi tidak menjadi alat "sok suci" untuk merendahkan orang lain, melainkan menjadi ruang jujur untuk introspeksi dan kerendahan hati.
Incel Bukan Sekadar Label, Membaca Kriminogen dalam Series Adolescence
Adolescence adalah serial kriminal yang tidak berfokus pada siapa pelaku, tetapi pada proses yang membentuk terjadinya kejahatan. Kisahnya mengikuti Jamie, anak 13 tahun yang ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap temannya, dan berkembang menjadi potret kompleks tentang tekanan sosial, bullying,
Boleh Gak Sih Nulis Nama Orang Tua atau Orang Terdekat di Kata Persembahan Skripsi?
Menulis nama orang tua adalah wujud hak moral pencipta dalam UU Hak Cipta. Namun di era digital, skripsi biasanya diunggah ke repositary dan dapat diakses oleh publik yang berisiko disalahgunakan penyalahgunaan data pribadi.
Review Hukum Film “12 Angry Men” (1957): Kacamata Keadilan dan Dialektika Sistem Common Law
Ulasan 12 Angry Men ini membedah dinamika sistem juri Common Law dalam pencarian kebenaran. Kayla Achri Salsabila membandingkannya dengan sistem Civil Law Indonesia, menyoroti subjektivitas manusia dalam hukum, serta memaknai keadilan sebagai proses intelektual yang tiada henti.
Film Keadilan (2025): Kritik Metodologis atas Narasi Hukum, Kekerasan, dan Ilusi Pencarian Keadilan
Film Keadilan (2025) mengangkat kemarahan publik terhadap sistem peradilan lewat kisah Raka yang mencari keadilan atas kematian istrinya. Namun alih-alih tajam sebagai drama pengadilan, film ini terjebak dalam aksi berlebihan dan gagal mengelola kritik hukumnya secara mendalam.
Siapakah Pemilik Hak Cipta atas Konten Tak Senonoh yang dihasilkan oleh Grok Ai ?
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence semakin pesat dan telah merambah ke berbagai sektor, termasuk pembuatan gambar bahkan video. Beberapa waktu terakhir ini, AI yang yang...