1.600 Pekerja Listrik Gelar Rapat Akbar, Serukan Penguatan Kedaulatan PLN
Sekitar 1.600 pekerja PLN menggelar rapat akbar di Jakarta untuk mendorong penguatan peran PLN, evaluasi RUPTL 2025–2034, peninjauan kontrak IPP, serta penolakan terhadap wacana power wheeling dalam RUU EBT.
Danantara: Energi dan Sumber Daya Alam Akan Terus Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Danantara menilai energi dan sumber daya alam tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Chief Economist Reza Yamora Siregar juga menyoroti peluang investasi pada energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pusat data di tengah perkembangan ekonomi digital.
Tarif, Infrastruktur, dan Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi di Indonesia
Investasi panas bumi di Indonesia masih menghadapi tiga kendala utama: keekonomian proyek dan kepastian tarif, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta minimnya insentif fiskal. Dengan potensi sekitar 24 GW dan kapasitas terpasang 2.776 MW, pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan
Pertamina dan Medco Akuisisi 10% Saham di Tujuh Blok Migas Cekungan Kutai
PHE dan Medco Energi mengakuisisi 10% hak partisipasi di tujuh blok migas Cekungan Kutai yang dikelola Searah, perusahaan patungan Eni dan Petronas. Transaksi mencakup tiga blok untuk PHE dan empat blok untuk Medco, dengan tujuan memperkuat portofolio hulu migas serta mengoptimalkan potensi pasokan
Medco Punya Dua Kontrak Ekspor Gas ke Singapura, Keduanya Berakhir pada 2028
Medco Energi memiliki dua kontrak penjualan gas ke Singapura yang dijadwalkan berakhir pada 2028. Di tengah pemangkasan ekspor sebesar 31 BBTUD, pemerintah mengalihkan sebagian pasokan gas dari Natuna dan Sumatra untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Guru Besar Undip Sebut Geothermal Ungaran Berpotensi Dorong Ekonomi Lokal, Cagar Budaya Jadi Perhatian
Pengembangan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dinilai berpotensi membuka lapangan kerja dan mendorong UMKM. Namun, rencana tersebut juga memunculkan perhatian terkait perlindungan Candi Gedong Songo, kebutuhan listrik Jawa Tengah, risiko lingkungan, dan potensi konflik agraria.
Harita Nickel Fokus Efisiensi Operasional di Tengah Dinamika Industri Nikel Global
Harita Nickel mempertahankan fokus pada efisiensi operasional di tengah dinamika industri nikel global. Perusahaan mencatat pendapatan Rp29,63 triliun pada 2025 dan Rp6,81 triliun pada kuartal I 2026, serta mengembangkan energi terbarukan dan memperkuat standar ESG serta rantai pasok.
Harita Nickel Pantau Ekosistem Laut Obi, Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove Terus Dilakukan
Harita Nickel memantau kualitas perairan Pulau Obi melalui pengujian air laut dan pengamatan ekosistem. Hingga 2025, lebih dari 2.500 reef cube telah ditempatkan untuk rehabilitasi terumbu karang, disertai konservasi mangrove bersama masyarakat setempat.
INALUM Targetkan Pasokan Listrik Hijau untuk Smelter Kuala Tanjung Mulai 2029
INALUM menargetkan pemanfaatan listrik hijau dari PLTA Asahan 1 dan Asahan 3 untuk smelter Kuala Tanjung mulai 2029. Realisasinya bergantung pada penyelesaian jaringan transmisi 500 kV yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Sumatera Utara guna menjaga kecukupan pasokan listrik.
FEED LNG Abadi Masela Rampung, FID Ditargetkan Akhir Januari 2027
INPEX Masela Ltd. menyelesaikan tahap FEED proyek LNG Abadi Masela tiga bulan lebih cepat dari jadwal. SKK Migas menargetkan FID paling lambat akhir Januari 2027, dengan produksi gas diharapkan mulai pada 2029 atau paling lambat akhir 2030. Kelanjutan proyek bergantung pada penyelesaian persyaratan
Gas Masela Dapat Kepastian Pembeli, PJBG Ditargetkan Diteken 28 Oktober 2026
Proyek Abadi Masela ditargetkan menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia pada 28 Oktober 2026. Dengan investasi sekitar US$22 miliar, proyek ini dirancang menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun dan ditargetkan mencapai keputusan investasi
UEA Siapkan Pasokan 30 Juta Barel Minyak untuk Indonesia, Pengiriman Diklaim Tanpa Biaya
Uni Emirat Arab (UEA) berkomitmen memasok hingga 30 juta barel minyak mentah untuk Indonesia. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut biaya pengiriman dan kapal ditanggung pihak UEA, sementara pasokan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan ketahanan energi nasional.