Rabu, 28 Oktober 2026

Pengawal Energi ESDM Awasi 3.679 SPBU, Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi

Foto: Dok. Kementrian ESDM
Foto: Dok. Kementrian ESDM

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan. Program ini menargetkan pengawasan di 3.679 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia.

Program tersebut diluncurkan Wakil Menteri ESDM Yuliot pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Hotel Westin Jakarta, Jumat (23/10/2026). Pada kesempatan yang sama, Kementerian ESDM juga memberikan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap sektor energi dan pertambangan.

Melalui Program Pengawal Energi, petugas akan terlibat langsung dalam pengawasan distribusi BBM, penguatan ketersediaan data pengawasan, serta pencegahan potensi kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun BBM penugasan.

Pemerintah berharap program ini dapat menghasilkan petugas yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi untuk memastikan pasokan energi menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.

Yuliot mengatakan program tersebut juga menjadi sarana pengembangan talenta muda melalui pengalaman lapangan dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi. Upaya ini diharapkan mendukung tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Prioritaskan Putra-Putri Daerah

Penempatan petugas akan memprioritaskan putra-putri daerah berdasarkan domisili provinsi atau wilayah terdekat. Pendekatan ini ditujukan untuk memanfaatkan pemahaman terhadap kondisi geografis setempat, meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat penerimaan masyarakat, serta mendukung kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Meski demikian, setiap peserta diwajibkan menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesediaan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Program ini merupakan kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas. Rekrutmen dibuka bagi talenta muda lulusan perguruan tinggi.

Pendaftaran berlangsung pada 23 Oktober hingga 1 November 2026 melalui portal resmi pengawalenergi.akamigas.ac.id.

Dengan target pengawasan di 3.679 SPBU, Program Pengawal Energi 2026 diharapkan memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan sekaligus mendukung penyaluran energi yang lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!