Rabu, 28 Oktober 2026

Pertamina Dorong Integrasi ASEAN Power Grid, Soroti Infrastruktur dan Harmonisasi Regulasi

Foto: Dok. Pertamina NRE
Foto: Dok. Pertamina NRE

Dengarkan artikel ini:
0:00 / 0:00

SINERGYNEWS.ID, Bali — PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) mendorong penguatan kerja sama lintas negara untuk mewujudkan integrasi jaringan listrik kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN Power Grid. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi regional sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.

CEO PNRE John Anis mengatakan, gagasan ASEAN Power Grid telah lama dibahas sebagai upaya menghubungkan sistem kelistrikan negara-negara anggota ASEAN sehingga memungkinkan pertukaran energi lintas batas.

Namun, realisasi jaringan listrik terintegrasi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurut John, pembangunan infrastruktur dan penyelarasan regulasi antarnegara menjadi dua aspek penting yang harus diselesaikan sebelum proyek dapat berjalan.

“Selain berbicara masalah infrastruktur yang harus dibangun, juga harus perangkat hukumnya, perangkat aturannya. Aturannya tiap negara berbeda-beda, jadi itu kan harus juga nanti mulai diselaraskan,” ujar John saat ditemui di sela pertemuan ke-51 ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di The Meru Sanur, Bali, Selasa (27/10/2026).

Harmonisasi Regulasi Jadi Tantangan

Perbedaan aturan dan kerangka hukum di setiap negara ASEAN menjadi salah satu hambatan dalam mewujudkan jaringan listrik lintas batas. Karena itu, harmonisasi regulasi diperlukan agar integrasi sistem kelistrikan dapat diterapkan dengan kepastian hukum yang memadai.

John menyampaikan, ASCOPE melalui Clean Energy Task Force berkomitmen berkontribusi dalam mendorong penyelarasan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kesiapan negara-negara anggota dalam memasuki tahap implementasi ASEAN Power Grid.

“Nah itu kan penyelarasan nanti juga harus dilaksanakan dan kita ASCOPE ingin berkontribusi juga di situ, memberikan kontribusi yang sebaik mungkin sehingga nanti juga kita bisa berperan sebaik mungkin pada saat implementasi,” katanya.

Kesiapan SDM Turut Menentukan

Selain infrastruktur dan regulasi, John menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung integrasi jaringan listrik kawasan dan transisi energi bersih.

Ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai diperlukan agar pengembangan serta pengoperasian sistem kelistrikan lintas negara dapat berjalan secara efektif.

Integrasi melalui ASEAN Power Grid diharapkan memberikan nilai tambah bagi industri dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas energi regional di tengah agenda transisi menuju energi yang lebih bersih.

Meski demikian, implementasi ASEAN Power Grid masih membutuhkan koordinasi antarpemerintah, pembangunan infrastruktur, penyelarasan aturan, serta penguatan kapasitas SDM agar manfaatnya dapat diwujudkan secara optimal.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Jeski dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!