Minggu, 08 Maret 2026 Indonesia

Menempa Arsitek Pergerakan: PMII UNNES Gelar Sekolah Penggerak Organisasi Vol. 2

J
Josua Sondakh
03 March 2026
107
Menempa Arsitek Pergerakan: PMII UNNES Gelar Sekolah Penggerak Organisasi Vol. 2

SEMARANG – Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi meluncurkan kawah candradimuka bagi para aktivis kampus melalui Sekolah Penggerak Organisasi (SPO) Vol. 2. Dibuka pada Jumat (27/02/2026), agenda strategis ini dirancang sebagai laboratorium untuk mencetak kader yang memiliki kedalaman intelektual sekaligus ketangkasan manajerial di era algoritma sosial.

Ketua Komisariat PMII UNNES, Athia Az-zakia Anwar, menegaskan bahwa SPO Vol. 2 merupakan jawaban atas kebutuhan kaderisasi yang lebih spesifik. Diikuti oleh kader dari 6 Rayon se-UNNES, kegiatan ini memfasilitasi pemetaan bakat dan minat, baik secara akademik maupun non-akademik.

"Output yang kami kejar sangat jelas: setiap kader harus mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di ruang-ruang pengabdian mereka. Kami membentuk kader yang memiliki jiwa kepemimpinan mandiri (self-empowerment), sehingga mereka hadir sebagai inisiator dan penanggung jawab amanah, bukan sekadar pelaksana teknis kegiatan," tegas Athia.

Dede Indraswara: Mendudukkan Logika di Atas Retorika 

Sebagai narasumber perdana, Dede Indraswara hadir membawakan materi "Logika dan Retorika" dengan pendekatan yang segar dan provokatif. Dalam sesinya, Dede menekankan bahwa kekuatan seorang penggerak terletak pada kemampuannya membangun narasi yang kokoh secara nalar (logika) dan menyampaikannya secara persuasif (retorika).

Materi ini diposisikan sebagai "senjata utama" bagi kader sebelum memasuki materi taktis lainnya. Tanpa logika yang jernih, retorika hanya akan menjadi kebisingan tanpa makna. Kehadiran Dede memberikan warna intelektual yang kuat bagi para peserta untuk lebih percaya diri dalam melakukan diskursus di lingkungan kampus.

Kurikulum Penggerak: Dari Negosiasi hingga Algoritma Sosial 

Di bawah komando Ketua Pelaksana, Soimi Zakariya, SPO Vol. 2 menyuguhkan kurikulum yang sangat komprehensif. Selain Logika dan Retorika, para peserta akan digembleng dengan materi:

  1. Negosiasi dan Lobbying: Seni memenangkan kesepakatan.

  2. Manajemen Sidang: Ketertiban dalam pengambilan keputusan kolektif.

  3. Mini Riset dan Pendataan: Pergerakan berbasis data (data-driven movement).

  4. Proposal dan Anggaran: Profesionalisme tata kelola administratif.

  5. Algoritma Sosial: Memahami pola gerakan di era digital.


Soimi Zakariya menjelaskan bahwa keberhasilan SPO Vol. 2 diukur dari kemampuan kader dalam menilai diri sendiri secara jujur—mengenali kekurangan untuk diperbaiki dan kelebihan untuk dioptimalkan.

"Kami ingin melihat kader yang percaya diri dengan watak kepemimpinan yang autentik. Mereka harus mampu membuktikan tanggung jawabnya, baik dalam prestasi perkuliahan maupun dalam memikul amanah program organisasi yang mereka ikuti," pungkas Soimi.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Google Masuk dengan Google
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!