Sabtu, 30 Mei 2026 Indonesia

Refleksi Dewan Energi Mahasiswa Surabaya Bahas Navigasi Geopolitik Energi Global

J
Josua Sondakh
19 May 2026
103
Refleksi Dewan Energi Mahasiswa Surabaya Bahas Navigasi Geopolitik Energi Global

Ketidakpastian geopolitik dunia kini tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga mengancam stabilitas energi dan ekonomi nasional. Menjawab tantangan tersebut, Dewan Energi Mahasiswa Surabaya menyelenggarakan kegiatan refleksi bertajuk “Navigasi Geopolitik Energi Global” pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Convention Hall Hotel Sahid Surabaya.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis bagi mahasiswa dan generasi muda untuk memahami bagaimana konflik global, perebutan sumber daya energi, hingga transisi energi dunia dapat memengaruhi ketahanan energi Indonesia di masa depan. Puluhan peserta dari berbagai kampus dan komunitas hadir dengan antusias mengikuti jalannya forum.

Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa Surabaya, Tubagus Rafli Akhdan, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah dinamika energi global yang semakin kompleks. Menurutnya, generasi muda harus mulai membangun kesadaran strategis terhadap isu energi karena energi berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, politik, hingga masa depan bangsa.

“Mahasiswa perlu membawa gerakan berbasis kedaulatan strategis yang berfokus pada pengelolaan kebijakan pangan, ekonomi, dan energi,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Materi pertama disampaikan oleh Ugan Gandar. Ia memaparkan bahwa lebih dari 70 persen konflik dunia berkaitan dengan perebutan sumber daya energi. Menurutnya, energi bukan lagi sekadar kebutuhan industri, melainkan instrumen geopolitik yang menentukan arah kekuatan global.

Ia juga menyoroti pentingnya distribusi subsidi energi yang tepat sasaran, penguatan ketahanan energi nasional, serta peningkatan literasi energi bagi generasi muda. Dalam pemaparannya, Ugan menekankan bahwa pertumbuhan populasi dunia menuju tahun 2030 akan meningkatkan kebutuhan energi secara signifikan sehingga Indonesia harus mempersiapkan strategi energi jangka panjang yang matang.

Sesi Pemaparan MateriSesi Pemaparan Materi
Sesi Pemaparan MateriSesi Pemaparan Materi

Sesi kedua menghadirkan Kriswatiningsih dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu yang menjelaskan dampak langsung konflik geopolitik terhadap rantai pasok energi dunia. Ia mencontohkan ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga berdampak pada inflasi dan meningkatnya beban subsidi energi nasional.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat cadangan energi nasional, melakukan diversifikasi energi, serta mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan agar tidak terus bergantung pada dinamika pasar energi global.

Diskusi berlangsung kritis dan interaktif. Peserta aktif menyampaikan pandangan terkait masa depan energi Indonesia, peluang energi terbarukan, hingga tantangan geopolitik yang dapat memengaruhi ketahanan nasional. Forum ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya isu energi sebagai bagian dari masa depan pembangunan Indonesia.

Melalui kegiatan refleksi ini, Dewan Energi Mahasiswa Surabaya berharap lahir generasi muda yang lebih adaptif, kritis, dan siap berkontribusi dalam membangun ketahanan energi nasional yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Disclaimer — Konten Kontributor

Artikel ini ditulis oleh kontributor Josua Sondakh dan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Pandangan dan opini yang disampaikan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan sikap resmi redaksi Sinergy News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca Syarat & Ketentuan kami.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!