SEMARANG – Ratusan anak muda dari berbagai elemen pelajar dan mahasiswa memadati Kopi Revolusi Semarang untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi tata kelola kota dalam forum "Make and Hope", Jumat (24/04/2026)

Diskusi yang diinisiasi oleh Komunitas Transformasi Kota (KOTTA) ini menjadi ruang dialektika kritis mengenai isu-isu fundamental, mulai dari transportasi publik hingga persoalan lingkungan yang melanda Kota Atlas

Direktur Eksekutif KOTTA, Vivin Sri Wahyuni, menyatakan bahwa forum ini lahir dari kebutuhan akan wadah organik bagi anak muda untuk berani berbicara
"Kami ingin memastikan bahwa suara anak muda bukan sekadar kebisingan, melainkan ide segar yang memiliki ruang untuk diwujudkan. 'Make and Hope' adalah jembatan agar harapan-harapan ini tidak berhenti di meja diskusi, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata," tegas Vivin .
Diskusi berlangsung hangat dengan sorotan tajam pada isu-isu lokal yang mendesak

Anggota DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, yang hadir sebagai mystery guest star, mengapresiasi antusiasme peserta yang mencapai 250 orang tersebut
"Melihat semangat teman-teman hari ini, saya optimis. Namun perlu diingat, pemecahan masalah kota ini harus melalui kolaborasi lintas sektor . Pemerintah, legislatif, dan anak muda harus duduk bersama agar kebijakan yang lahir benar-benar solutif bagi warga," ujar Sudarsono .
Meskipun belum menghasilkan petisi tertulis di akhir acara, pertemuan ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat positif
Agenda ini dimeriahkan juga oleh penampilan dari Emyunip, Pramantya, serta Putra Galih dan Tata, yang semakin menghidupkan suasana diskusi santai namun tetap berisi
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.