Minggu, 26 April 2026 Indonesia

"Make and Hope" Semarang: KOTTA Gandeng Ratusan Anak Muda Suarakan Isu Transportasi Publik hingga Tragedi Silayur

K
Kayla Achri
26 April 2026
130
"Make and Hope" Semarang: KOTTA Gandeng Ratusan Anak Muda Suarakan Isu Transportasi Publik hingga Tragedi Silayur

SEMARANG – Ratusan anak muda dari berbagai elemen pelajar dan mahasiswa memadati Kopi Revolusi Semarang untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi tata kelola kota dalam forum "Make and Hope", Jumat (24/04/2026).

Image
Diskusi Interaktif Pelajar dan Mahasiswa terkait Kota Semarang Kedepan

Diskusi yang diinisiasi oleh Komunitas Transformasi Kota (KOTTA) ini menjadi ruang dialektika kritis mengenai isu-isu fundamental, mulai dari transportasi publik hingga persoalan lingkungan yang melanda Kota Atlas.

Image
Direktur Eksekutif KOTTA, Vivin Sri Wahyuni

Direktur Eksekutif KOTTA, Vivin Sri Wahyuni, menyatakan bahwa forum ini lahir dari kebutuhan akan wadah organik bagi anak muda untuk berani berbicara

"Kami ingin memastikan bahwa suara anak muda bukan sekadar kebisingan, melainkan ide segar yang memiliki ruang untuk diwujudkan. 'Make and Hope' adalah jembatan agar harapan-harapan ini tidak berhenti di meja diskusi, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata," tegas Vivin.

Diskusi berlangsung hangat dengan sorotan tajam pada isu-isu lokal yang mendesak. Perwakilan Forum Komunikasi OSIS (FKO) Semarang dan mahasiswa menyuarakan kekhawatiran terkait tingginya angka kecelakaan di Silayur, urgensi perluasan transportasi publik yang terintegrasi, penanganan banjir yang belum tuntas, hingga kebutuhan akan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang lebih luas.

Image
Anggota DPRD Jawa Tengah, Sudarsono

Anggota DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, yang hadir sebagai mystery guest star, mengapresiasi antusiasme peserta yang mencapai 250 orang tersebut. Menurutnya, kompleksitas masalah di Kota Semarang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

"Melihat semangat teman-teman hari ini, saya optimis. Namun perlu diingat, pemecahan masalah kota ini harus melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, legislatif, dan anak muda harus duduk bersama agar kebijakan yang lahir benar-benar solutif bagi warga," ujar Sudarsono.

Meskipun belum menghasilkan petisi tertulis di akhir acara, pertemuan ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat positif. Dede Indraswara, salah satu peserta yang hadir, mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiasi KOTTA. Ia memandang forum ini sebagai fondasi kuat untuk membangun jaringan kolaborasi yang lebih luas di masa depan demi transformasi kota yang lebih baik.

Agenda ini dimeriahkan juga oleh penampilan dari Emyunip, Pramantya, serta Putra Galih dan Tata, yang semakin menghidupkan suasana diskusi santai namun tetap berisi.



Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Google Masuk dengan Google
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!