Kamis, 23 April 2026 Indonesia

Cetak Legislator Berstandar Emas, DPM Poltekkes Kemenkes Semarang Gelar Legislative Training 2026

K
Kayla Achri
12 April 2026
84
Cetak Legislator Berstandar Emas, DPM Poltekkes Kemenkes Semarang Gelar Legislative Training 2026

SEMARANG – Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) Poltekkes Kemenkes Semarang sukses menyelenggarakan Legislative Training 2026 pada Sabtu (11/04/2026). Mengusung tema "Cultivating the Gold Standard of Legislators with Courageous Leadership", agenda yang berlangsung secara hybrid di Auditorium Kampus 1 ini dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para legislator muda untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di lingkungan kampus. Ketua DPM Poltekkes Semarang, Khabisma Nazalul Haq, menekankan bahwa legislator mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah lembaga melalui sistem aturan yang adil dan demokratis.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Sintya Fitri Pramita, menjelaskan bahwa urgensi acara ini terletak pada posisi strategis DPM sebagai jembatan antara aturan main organisasi dan pengelolaan anggaran. "Kami ingin membentuk karakter legislator yang tidak hanya memahami birokrasi, tetapi juga memiliki keberanian dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa secara profesional," ungkap Sintya.

Sinergi Materi: Dari Regulasi hingga Legal Drafting
Pelatihan ini menghadirkan tiga pakar di bidangnya. Wakil Direktur III Poltekkes Semarang, Esti Handayani, M. Mid, membuka sesi dengan memaparkan mekanisme pembuatan regulasi internal kampus. 

Pada sesi teknis, Dede Indraswara, SH., MH., Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DEM Indonesia sekaligus Founder Lex Nova, membedah secara mendalam mengenai Legal Drafting dan Pengelolaan Anggaran. Kehadiran pakar dari Lex Nova ini menjadi sangat krusial mengingat seringnya terjadi tumpang tindih regulasi di tingkat organisasi mahasiswa yang menghambat efektivitas kerja.

Dalam pemaparannya, Dede memberikan pesan kuat mengenai keseimbangan antara intelektualitas dan nyali seorang legislator.

"Regulasi kampus adalah benteng terakhir keadilan bagi mahasiswa. Namun perlu diingat, keberanian tanpa pengetahuan adalah kecerobohan, dan pengetahuan tanpa keberanian adalah kesia-siaan," tegas Dede di hadapan ratusan peserta.

Dampak dan Signifikansi Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran delegasi dari berbagai daerah, termasuk Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Yogyakarta. Dengan jumlah peserta yang melampaui angka 300, kegiatan ini membuktikan tingginya kesadaran mahasiswa akan pentingnya literasi hukum dan tata kelola organisasi yang transparan.

Melalui Legislative Training ini, DPM Poltekkes Kemenkes Semarang berharap dapat melahirkan penggerak perubahan yang mampu menjalankan fungsi pembatas kekuasaan secara sehat dan bertanggung jawab, demi kemajuan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Poltekkes di seluruh penjuru negeri.

Komentar (0)

Masuk untuk Berkomentar

Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.

Google Masuk dengan Google
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!