SEMARANG — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus mematangkan kesiapsiagaan ekologis masyarakat. Pada Minggu (2/8/2026), tim mahasiswa menggandeng Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah dalam penyelenggaraan Kelas Ketiga Sekolah Konservasi dan Tangguh Bencana (SEKONTAN) di Ruang PKK Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat. Kelas kali ini difokuskan pada tata kelola lingkungan desa berbasis hukum untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Agenda edukasi ini dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), anggota Karang Taruna, dan jajaran perangkat desa. Diskusi berlangsung interaktif dengan tingkat antusiasme warga yang tinggi, menyoroti pentingnya fondasi hukum dalam mengelola sumber daya alam dan mencegah bencana seperti tanah longsor di wilayah desa mereka.
Manajer Kampanye dan Media WALHI Jawa Tengah, Azalia Tilaar, S.Si., hadir sebagai pembicara utama. Ia membedah secara komprehensif mengenai kewenangan pemerintah desa, peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga lembaga kemasyarakatan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Menurut Azalia, perlindungan ekosistem yang efektif harus dimulai dari regulasi tingkat tapak dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
"Masyarakat desa bukanlah sekadar objek, melainkan subjek utama pengambil keputusan dalam pelestarian alam. Tata kelola lingkungan yang baik harus berlandaskan hukum dan partisipasi bermakna, sehingga setiap regulasi di tingkat desa benar-benar berpihak pada keselamatan warga dan keberlanjutan ekosistem dari ancaman bencana," tegas Azalia dalam pemaparannya.
Penyelenggaraan kelas ketiga ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran perwakilan pimpinan dari Fakultas Hukum UNNES, yakni Kepala Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Wahyudin, S.Pd., M.Kom., serta Kepala Bagian (Kabag) Perdata FH UNNES, Ubaidillah Kamal, S.H., M.H.

Mewakili fakultas yang telah menjalin rekam jejak kemitraan strategis dengan WALHI, Ubaidillah Kamal menyambut hangat kolaborasi di tingkat desa ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
"Kehadiran praktisi lingkungan seperti WALHI di tengah masyarakat sangat esensial. Kami berharap pematerian hari ini tidak hanya sekadar menambah wawasan teoretis, tetapi menjadi instrumen praktis bagi warga Desa Keji untuk menyusun perlindungan hukum dan mitigasi bencana secara mandiri demi ketahanan desa," ujar Ubaidillah.
Melalui integrasi antara aktivisme lingkungan hidup dan disiplin ilmu hukum, Kelas 3 SEKONTAN diharapkan mampu membekali perangkat dan warga Desa Keji dengan pedoman yang jelas dalam mengelola desanya agar tetap tangguh secara ekologis dan kuat secara hukum.
#SEKONTAN #WALHIJateng #PPKOrmawa #PSCFHUNNES #DesaKeji #TataKelolaLingkungan #HukumLingkungan #MitigasiBencana #CegahLongsor #UNNES
Komentar (0)
Masuk untuk Berkomentar
Silakan login menggunakan akun Google Anda untuk berdiskusi.